
Media Purna Polri- Bandung. Penghijauan merupakan sebuah kata yang dipakai untuk menggambarkan akan aktivitas menanam pohon. Hal ini tentu saja karena, pohon mempunyai daun sebagai bagian yang berwarna hijau. Maka dari itu, untuk menggambarkan kegiatan menanam pohon untuk digunakan penghijauan banyak dilakukan untuk warga masyarakat sebagai salah satu cara melestarikan alam, mengingat bahwa pohon mempunyai banyak sekali manfaat, tidak hanya bagi lingkungan (fungsi lingkungan) atau alam, namun juga bagi makhluk hidup baik manusia maupun binatang. Pada pukul 10:00. Wib, Selasa, 26 November 2019 lokasi kegiatan di tanah wakaf makam wilayah Rw 09 Kelas Dago.
Penghijauan dan penanaman pohon merupakan salah satu perbuatan sangat perduli, tentu saja karena pohon merupakan makhluk Tuhan yang mempunyai segudang manfaat. Sebelum membahas mengenai manfaat penghijauan, sebaiknya kita mengenal dulu akan manfaat itu semua, terutama untuk serapan air untuk mengunci akar -akar pepohonan yang kita tanam. Selain menjadi sumber oksigen, fungsi pohon yang utama adalah menyerap air dan menguncinya ke dalam akar.
Kapolsek Coblong) AKP. Auliya. R.A. Djabar) mengatakan, giat ini dengan tujuan untuk melestarikan alam juga dan air tanah pun sangat banyak sekali manfaatnya pertumbuhan pepohonan. Selain menyuburkan tanah, juga ciri-ciri tanah subur dan tidak subur, air tanah juga dapat digunakan untuk berbagai macam keperluan masyarakat dengan menyerap air ke dalam tanah, maka pohon itu telah menabung debit air juga yang ada di muka bumi. Dengan menguncinya di dalam tanah maka, air serapan tidak akan mudah untuk hilang cepat dikarenakan dari pepohonan itu sangat penting kaitannya dengan penyimpanan air yang berasal dari hujan. Oleh karena itu, mari kita bersama-sama menanam pohon mencegah adanya banjir dan longsor, Ucap Kapolsek.
Bripka M. Fauzi selaku Bhabinkamtibmas menyampaikan kepada warga masyarakat bhinaan kami untuk mengajak melestarikan dan kepedulian lingkungan di wilayah Rw 09 giat penanaman pohon dan dihadiri oleh Camat Coblong (Krida Hamidipradja. SH., M.Si), Lurah Dago (Dra. Nurliawan Affandi. MM) serta Koramil 1808 Peltu Suhardiman Bhabinsa Dago
Rw 09 Rw 13 di ikutsertakan oleh Ketua LPM Kelurahan Dago, para jajaran Rt dan warga yang ikut serta
Pada intinya, tanah makam ini untuk mencegah terjadinya banjir. Secara tidak langsung, kami selaku Bhabinkamtibmas dengan warga dan para Pejabat-pejabat instansi Koramil, semua warga ikut disertakan dikarenakan masyarakat begitu antusias dan waspada. Hujan sudah mulai turun, mencegah adanya banjir dan longsor giat ini secara tidak lansung menanam pepohonan sekaligus perawatan lingkungan makam ini.
Harapan Kapolsek, dengan adanya penghijauan ini untuk mencegah pasca banjir dan pasca longsor, terutama penyerapan adanya air di dalam bumi. Air yang diserap ke dalam tanah untuk mengurangi debit air yang ada di permukaan bumi, sehingga tidak terjadi kelebihan air dan tidak terjadi banjir. Maka dari itu, di beberapa area yang banyak ditanami pohon, kita pun jarang melihat bencana banjir. Karena, sirkulasi air terjaga dan air tersimpan ke dalam tanah berkat keberadaan akar-akar pohon. Semakin besar ukuran pohon, maka kapasitas untuk menyimpan air di dalamnya semakin besar pula. Jenis akar pepohonan juga mempengaruhi banyak sedikitnya air yang terserap ke dalam tanah, maka dari itulah kita memilih jenis pohon yang sangat sesuai dengan fungsi yang kita harapkan, mencegah terjadinya tanah longsor, Tegas Kapolsek Coblong.
( Wandha / Verry )



