Bogor, MP-POLRI — Keluhan warga terkait dampak aktivitas kendaraan truk tronton yang melintas di ruas jalan provinsi Parung Panjang–Jagabaya–Bunar mendapat perhatian dari unsur Muspika Kecamatan Parung Panjang.

Kapolsek Parung Panjang Kompol Muhamad Taufik SH MH bersama Camat Parung Panjang, Danramil, serta sejumlah warga masyarakat Jagabaya menemui pihak pelaksana pekerjaan rekonstruksi jalan provinsi. Pertemuan tersebut membahas kondisi jalan yang sedang dalam proses pengerjaan namun tetap dilintasi kendaraan truk tronton, khususnya pada malam hari.

Aktivitas kendaraan bertonase besar tersebut diduga menyebabkan permukaan jalan yang masih dalam tahap pengerjaan menjadi berdebu. Debu tebal kemudian berterbangan ketika kendaraan melintas dan dikeluhkan warga karena mengganggu kenyamanan serta aktivitas masyarakat di sekitar ruas jalan.

Warga Jagabaya meminta pihak pelaksana pekerjaan maupun pihak terkait melakukan penyiraman air secara rutin dan terukur pada ruas jalan yang terdampak, terutama pada waktu aktivitas truk tronton sedang tinggi.

 

“Yang kami harapkan jalan disiram secara rutin agar debu tidak berterbangan. Kami juga memahami pekerjaan jalan harus berjalan, tetapi dampaknya terhadap warga perlu diperhatikan,” demikian keluhan warga.

Warga berharap adanya koordinasi antara pelaksana proyek, pemerintah kecamatan, aparat keamanan, dan masyarakat agar pekerjaan rekonstruksi tetap berjalan tanpa mengabaikan keselamatan serta kenyamanan pengguna jalan dan warga sekitar.

Persoalan debu akibat lalu lintas truk bertonase besar ini diharapkan segera mendapat penanganan konkret. Selain penyiraman jalan, warga juga meminta adanya pengaturan aktivitas kendaraan selama proses rekonstruksi berlangsung agar kondisi jalan yang sedang dibangun tidak semakin terganggu.

MP-POLRI Net akan terus memantau perkembangan pekerjaan rekonstruksi ruas jalan provinsi Parung Panjang serta tindak lanjut terhadap keluhan masyarakat Jagabaya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini