
Kudus, MP-POLRI – Proyek yang pada awalnya dinanti warga , kini justru menjadi celaka bagi warga sekitar. Proyek senilai hampir Rp 1 miliar tersebut memicu kepulan debu pekat yang tak hanya mengotori permukiman, tetapi juga mulai menggerogoti kesehatan warga.
Sejak pengerjaan dimulai pada (02/09/2026) hingga berita ini di turunkan abu halus dari material proyek terus membumbung dan menerobos masuk ke dalam rumah-rumah warga, mengganggu aktivitas harian tanpa ada penanganan berarti dari pihak pelaksana.
DA (32), warga RT 01/RW 04 Desa Ploso, mengungkapkan bahwa kondisi lingkungan yang memburuk membuat keluarganya menderita. Ia bahkan mengaku telah mengalami gangguan pernapasan selama tiga hari terakhir akibat paparan debu yang tiada henti.
“Sejak 2 September sampai sekarang debunya masih masuk ke rumah. Belum ada solusi. Saya bukannya menolak pembangunan ya, Mas. Saya hanya minta supaya debunya tidak parah seperti ini,” cetus DA di kediamannya,
DA membeberkan, komitmen kontraktor dalam mengendalikan dampak lingkungan tampak setengah hati. Penyiraman air di lokasi pengerjaan hanya dilakukan seadanya pada hari-hari awal proyek, setelah itu dihentikan total hingga debu kembali menguasai permukiman.
Jengkel dengan penanganan yang tak kunjung datang, warga melayangkan aduan resmi melalui kanal Wadul Bupati Kudus Namun hingga berita ini turun belum ada respons konkret di lapangan.
Berdasarkan pantauan di papan informasi proyek, pekerjaan fisik ini digarap oleh CV Adhi Karya Kudus selaku penyedia jasa, dengan pengawasan dari PT Weganda Sri Cahya Konsultan. Nilai kontraknya tertera fantastis, yakni Rp 994.768.701.
Anehnya, papan nama proyek senilai hampir Rp 1 miliar itu terkesan tidak transparan karena tidak menyantumkan asal-usul sumber anggaran yang digunakan.



