MEDIA PURNA POLRI,BANDUNG- Pada pukul 09:00 senin tanggal 17/ 06 / 2019 di Hotel Lingga Jln. Soekarno Hatta no 464 .Siapkan masyarakat sekitar Citarum yang tangguh bencana, Kemenko PMK Gelar Workshop di awali dengan sambutan Deputi Bidang Koordinasi kerawanan Sosial dan Dampak Bencana di Desa-desa dapat melibatkan masyarakat secara Optimal.
Workshop GPRB DAS Citarum selanjutnya akan dipandu oleh 9 fasilitator yang dihadirkan dari Yogyakarta, para fasilitator akan memberikan pengetahuan teknis kepada peserta seperti strategi penangulangan bencana tingkat Desa, pengelolaan peringatan dini,penyiapan jalur evakuasi perencanaan program dan angaran.
Penanganan kaum rentan dan disabilitas termasuk di dalamnya peningkatan kepedulian lingkungan dalam pengelolaan sampah sepanjang DAS Citarum yang juga turut mendukung Gerakan Indonesia Bersih di program Revolusi Mental.
Asistem Deputi Pengurangan Risiko Bencana, Iwan Eka Setiawan mengatakan pembekalan teknis penting agar setelah mengikuti Workshop ini. Peserta dapat langsung menerapkan di Desa masing-masing.
Percepatan pengendalian pencemaran kerusakan Daerah Aliran sungai (DAS) Citarum.Kementerian Koordinator Bidang Kebudayaan dan Pembangunan Manusia(KEMENKO PMK) mengupayakan berbagai program lintas sektoral.
Berbagai narasumber di hadirkan oleh Kemenko PMK dalam pembukaan Workshop GPRB DAS Citarum,Mereka antara lain berasal dari Kemdesa PDTT,BNPB,BPBD Provinsi Jawa Barat,BPBD Kab.Bandung,Dinas Lingkungan Hidup Kab.Bandung, Dansektor 1 Kolonel Inf Inget Barus,Dansektor 2 Kolonel Inf Mulyono Citarum Harum Kodam III/Siliwangi,komunitas jaga balai
dan Mayjen TNI ( Purn ) Dody Usodo.
Kol.Inf Mulyono Sebagai narasumber di KOMINFO PMK selaku dan sektor 2 menyampaikan kepada seluruh masyarakat penangulangan Kerusakan DAS CITARUM kondisi awal sektor 1 dan 2 kasus nya 2 hal yaitu sampah baik organik dan non organik dan hutan gundul.
Bagaimana pembuangan sampah itu ada di hati kunci nya. Kalo masyarakat tidak punya hati nurani yang bagus pasti yang datang penderitaan.
Permasalahan hutan gundul dan longsor mudah-mudahan Sektor 2 tidak ada longsor. Sudah pernah ada yang longsor dan saya sudah menghimbau kepada masyarakat,Tapi tidak ada komunikasi.Pertama saya menjadi Dansektor Citarum uji yang secara hormat adalah (KOMSOS) sosialisasi
Mulai dari Sukapura sampai ke Pangauban.
Saya selalu menghimbau kepada masyarakat berharap mari kita melakukan yang terbaik untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia yang pertama kita tanamkan hati kita untuk Cinta Tanah Air.
Dan kalo hutan gundul kita tanam lagi, kita sudah menanam tanaman keras dan kita sudah bekerja sama dengan Perhutani, yang utamanya lereng.Yang jelas di atas 45 derajat itu harus di tanamin gak boleh di tanamin sayur dan kita harus menanam tanaman keras yang produktif contoh nya Kopi,aren dan lain sebagainya dengan catatan harus ada cara Tumpang Sari untuk mengatasi longsor.
Dan setor 2 menyiapkan 2 Unit dam truk pengangkut sampah di Desa-desa, mari kita kerja sama lebih bagus kalau semua kendaraan motor pengangkut sampah di wilayah sektor 2 untuk mengambil sampah yang tidak terjangkau oleh Dump Truk biar lebih Efektif ,Ucap Kol. Inf Mulyono.
(MPP WANDHA)



