MEDIA PURNA POLRI,BANDUNG- Ulah sekelompok orang penyusup dengan melakukan aksi vandalisme (curhat – coret) dan pengrusakan pada aksi buruh
yang digelar pada Rabu (1/5/2019) kemarin di seputaran Gedung Sate Bandung.
Namun perbuatan mereka tidak dibiarkan begitu saja oleh aparat Kepolisian yang menjaga aksi tersebut dengan langsung menindak dengan menangkap seluruh pelaku. Hal ini dijelaskan Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, S.I.K., tak lama setelah kejadian.
Menurutnya masa penyusup pada giat aksi hari buruh ini berjumlah 610 orang dan diduga melakukan aksi vandalisme dengan menggunakan cat pilok di kendaraan-kendaraan yang terparkir di Area Monumen Perjuangan Jawa Barat di Jalan Dipati Ukur dan sekitarnya, selain itu mereka melakukan beberapa aksi pengrusakan sarana umum.
“Karena banyak tersangkanya untuk Pemeriksaan atas kasus ini maka penanganan dibackup oleh sinergitas TNI dan Polda Jawa Barat di tempat yang humanis dan representatif, aman dan nyaman yaitu di Mako Brimob Polda Jabar dan kasus ini masih dalam pendalaman kasus dan motifnya, Tuturnya.
Sudah disiapkan 100 orang penyidik yang sudah dikerahkan untuk proses pendalaman dan di backup juga oleh Direktorat Krimum, Direktorat Krimsus dan Direktorat Narkoba dari Polda Jabar dengan tenaga inti dari Polrestabes Bandung dan dilaksanakan di Mako Brimob Polda Jabar, Sebut Trunoyudo.
Dalam pemeriksaan ke 610 orang ini nanti akan terlihat antara provokator, yang hanya ikut-ikutan dan yang terhasut akan terlihat jelas, Tambahnya.
“Pelaksanaannya pun secepatnya, dengan pemberlakuan hukum yang berlaku, apabila ada anak yang terlibat maka kita akan lakukan hak perlindungan anak.
Kapasitas dan aspek peran masing-masing tersangka akan terbuka nantinya, kami akan bersikap adil dalam pemeriksaan, bahkan apabila ada yang tidak terlibat akan kami antar ke rumahnya dengan penjelasan yang benar kepada keluarganya sebagai pembuktian bahwa anaknya tidak terlibat.
Atas dasar laporan dari serikat buruh dan juga masyarakat terkait perlakuan corat-coret, pengrusakan kendaraan motor, pengrusakan bengkel juga pengrusakan properti dan sarana umum yang dibangun Pemerintah Kota Bandung, itu semua akan di selidiki dan tindak tegas Polisi.
Tahun kemarinpun pernah terjadi namun hanya vandalisme saja, tidak sampai terjadi pengrusakan materi lainnya, maka kami akan selidiki apa motifnya dan akan diberlakukan hukum dengan tegas. Terciduknya kelompok pengacau di peringatan hari buruh tahun ini lebih banyak dari tahun kemarin.
Kasus serupa terjadi juga di beberapa daerah yaitu, Garut, Kabupaten Bandung, Cimahi dan lain-lain. Dalam hal ini kami lakukan tindakan tegas agar ada efek jera hingga tidak akan terjadi lagi di masa mendatang dan dengan proses penyelidikan berkelanjutan hingga tuntas”, Pungkas mantan Wadirkrimum Polda Jabar.(Bidhum)



