MEDIA PURNA POLRI,JABAR – Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mempunyai program Promoter artinya profesional, modern dan terpercaya.Salah satu penjabaran dari program promoter adalah peningkatan profesionalisme polri menuju keunggulan.

Seiring dengan kemajuan di Indonesia, masyarakat menjadi semakin sadar hukum sehingga berbagai bentuk laporan semakin meningkat. Diantaranya adalah laporan mengenai kejahatan dalam jabatan suatu perusahaan. Berbagai modus penggelapan semakin berkembang, yang tentunya harus diiringi dengan meningkatkan keterampilan dan kejelian tiap-tiap personil dari tiap-tiap kesatuan Polri khususnya reskrim agar dapat menangani semua kasus-kasus yang terjadi di masyarakat khususnya tentang bidang ekonomi.

Polri harus bisa membedakan manakah laporan penggelapan asli atau laporan penggelapan bermotif suka atau tidak suka, fitnah dan lain sebagainya.
Polres Bandung, tengah diuji untuk membuktikan profesionalismenya , sehingga bisa mensukseskan program Promoter, karena saat ini sedang menangani laporan kasus dugaan penggelapan dalam jabatan.

Seorang warga Purwakarta berinisial DP dilaporkan oleh HB, yang diduga melakukan, melakukan tindak pidana penggelapan di PT. MABI yang berdomisili di bilangan Rancaekek Kabupaten Bandung.

Menurut DP, dirinya dilaporkan oleh HB merupakan suatu kesalahan, karena DP tidak pernah bekerja di PT. MABI, dan juga dengan pelapor DP hanya kenal sebagai orang yang membuatkan paspor untuk dirinya pada sekitar akhir tahun 2011 atau awal tahun 2012.

Selanjutnya DP menuturkan, ketika di BAP saat peyelidikan, penyidik menyajikan bukti-bukti dari HB yang tidak ada kaitan dengan dirinya. Namun, sekarang DP mendapatkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dari Polres Bandung.

Team MPP melakukan penelusuran kasus ini. Penyidik Unit IV (Harda) Satreskrim Polres Bandung, Bripka Kiki Hermawan membenarkan adanya laporan yang dilakukan oleh HB mengenai penggelapan oleh DP. Namun, penyidik belum bersedia memberikan keterangan lebih detail dikarenakan masih mendalami kasusnya, padahal kasus ini sudah bergulir sejak bulan Oktober 2018.

Untuk mengetahui kasus ini lebih jelas, team MPP mencoba menghubungi HB dengan cara mendatangi PT MABI di daerah Rancaekek. Security yang menerima team MPP mengatakan bahwa HB sudah lama tidak hadir di sana. Ketika wartawan menanyakan apakah HB tidak bekerja lagi di sana, security menjawab bahwa masih ada, tapi jarang datang. Ketika ditanya lebih jauh, security tidak bersedia memberikan keterangan lebih jauh. (Team MPP Jabar)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini