
(MPP) Kalteng – Program menimalisasi Tersier petani di bidang pertanian melalui pemerintah pusat, Provinsi maupun Daerah telah Giat nya untuk menimalisai Saluran tersier petani, di tahun 2018 ini Khusus nya melalui Dinas Pertanian Kabupaten Barito Timur, telah mendapatkan Kucuran Dana dari pusat salah satu program pendalaman dan pendangkalan Tersier Petani yang tersebar di Kabupaten itu,di desa Bararawa Kecamatan Pematang Karau Juga mendapatkan Program tersebut.
Desa Bararawa Kecamatan Pematang Karau Kabupaten Barito Timur di Tahun 2018 ini, sesuai peninjauan oleh lembaga sewadaya Masarakat ( LSM)bahwa Kelihatan nya telah menganggarkan untuk Menimalisasi Tersier kelompok Petani pertanian di desa Bararawa tersebut.
Aan, selaku warga di desa Bararawa dan dia juga Lembaga swadaya Masyarakat (LSM) peduli juga terhadap pembangunan Kabupaten Barito Timur, dia menyampaikan kepada wartawan Media Purna Polri, 04/12/18 belum lama ini dengan ada nya turunnya program Anggaran Pendalaman dan Pendangkalan terseir Petani.sebut nya, yang saya ikut menghadiri rapat dengan kelompok Tani dan aparat desa setempat, memang jelas nya ,untuk pendalaman dan pendangkalan tersier petani itu adalah mula nya memakai alat berat sesuai alhasil rapat pertama dengan kelompok tani setempat .”sebutnya.

Lanjutnya,Setelah rapat kedua ada perubahan permintaan warga khusus kelompok petani setempat, meminta perubahan pelaksanaan nya melalui Dinas Pertanian Kabupaten Barito Timur selaku pengguna Anggaran nya ,supaya pelaksanaan pendalaman dan pendangkalan terseir tersebut tidak usah menggunakan alat berat,mengingat jembatan titian Tani sangat berdekatan sekali dengan tersier yang di takuti oleh apabila memakai alat berat titian tani nanti runtuh , terus alhsil kesepakatan rapat biarkan saja pelaksanaan nya secara manual dan apabila secara manual pelaksanaan nya secara tidak langsung dapat membantu menambahkan penghasilan petani itu juga.”jelasnya.
Lanjut terangnya, dia sangat menyanyangkan Alhasil hasil rapat kedua itu tidak di indahkan dan tidak sesuai dengan kesepakatan, yang semesti nya Pelaksanaan tersier tersebut semesti nya pelaksanaan dan anggaran nya di serahkan melalui kelompok tani P3A untuk melaksanakan pekerjaan terseir tersebut ,ucapnya,Diduga kelompok Tani hanya mendapatkan upah harian dan padahal semestinya prosedural dana di serahkan ke kelompok tani selaku pengelola terseir tersebut.tapi.!!!. di sayangkan.???..pekerjaan terseir alias pekerjaan lening tersebut masih mangrak belum terselesaikan sesuai harapan dan karena pekerjaan nya di duga kelola oleh oknum Dinas Pertanian kabupaten Barito Timur .
Mengingat alhasil pantauan di lapangan bahwa proyek terseir tersebut belum ada papan plang anggaran yang terpampang jadi tidak tahu anggaran yang sebenar nya untuk proyek terseir tahun 2018 dan tentang besaran Anggaran yang Dikucurkan untuk proyek terseir tersebut awak Media Purna Polri meneruskan konfirmasi di rumah, M.SARKAWI selaku kepala desa Bararawa kecamatan Pematang Karau, 04/12/2018.Dia menyampaikan kepada awak media MPP, sebutnya mengenai yang sampaikan oleh Sdra Aan itu sangat benar saja dan ketika menanyakan besaran anggaran untuk proyek terseir tersebut, dia menjelaskan saya tidak tahu persis berapa anggaran nya tersier tolong coba tanyakan dengan bapak Sekretaris Desa Bararawa dan saya mohon maaf tidak bisa lama karena saya mau berangkat ada urusan dan sedang di tunggu di kota Tamiang Layang dan kades sambil bergegas berangkat meninggalkan rumahnya.
Wartawan Media Purna Polri, 04/12/2018, meneruskan konfirmasi bertendang ke rumah MANSUR selaku Sekretaris Desa Bararawa Kec. Pematang Karau Kab Barito Timur.Mansur, menjelaskan kpd awak media, Saya tidak tahu persis juga berapa yang sebenar nya anggaran untuk proyek Tersier itu bukannya saya tidak mau sich menyampaikan nya.”ucapnya.
Karena saya memang tidak tahu persis anggaran sebenar nya sebutnya.proyek tersier itu memang awal rencananya dengar info, memang pakai alat berat penggalian nya di rencana oleh Dinas Pertanian Kab.Barito Timur , tapi setelah rapat kedua, warga meminta supaya pelaksanaan nya di rubah menjadi manual, itu saja yang saya ketahui.”Ucapnya (tif k)



