
Bogor, MP-POLRI — Kebocoran pipa PDAM di tengah permukiman Perumahan Perumnas III Mataram Dua, RT 11 RW 12 Desa Parung Panjang, Kabupaten Bogor, kembali menjadi sorotan. Air yang terus mengalir ke badan jalan hingga menimbulkan genangan membuat warga mempertanyakan keseriusan pengawasan dan kecepatan penanganan dari pihak PDAM.
Warga mengaku telah melaporkan kondisi tersebut kepada pihak PDAM. Namun, hingga Jumat (14/08/2026), kebocoran disebut masih belum mendapatkan perbaikan.
“Kami sudah kasih tahu pihak PDAM, tetapi sampai sekarang belum diperbaiki,” ujar Soleh, warga Mataram Dua, kepada MP-POLRI Net, Jumat (14/08/2026).
Kondisi tersebut dinilai tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Selain menyebabkan air terbuang percuma, genangan yang terus terjadi berpotensi mengganggu aktivitas warga, merusak badan jalan, menghambat saluran drainase, serta mengganggu distribusi air kepada pelanggan.
Warga pun mendesak PDAM segera turun langsung ke lokasi untuk memastikan titik kebocoran, mengetahui penyebabnya, dan melakukan perbaikan.
“PDAM Jangan Tunggu Keluhan Menjadi Masalah Besar”
Masyarakat mempertanyakan apakah pengawasan dan pemeliharaan jaringan pipa di kawasan permukiman sudah dilakukan secara optimal. Sebab, kebocoran jaringan yang dibiarkan berpotensi menimbulkan kerugian air dan memperbesar dampak terhadap lingkungan sekitar.
Warga juga meminta adanya penjelasan terbuka mengenai tindak lanjut laporan yang telah disampaikan kepada PDAM, termasuk kapan perbaikan akan dilakukan.
MP-POLRI Net meminta pihak PDAM memberikan klarifikasi dan segera melakukan pengecekan lapangan. Jika kebocoran berada pada jaringan yang menjadi tanggung jawab pengelola sebelum meteran pelanggan, masyarakat berharap perbaikan dilakukan tanpa menunggu kondisi semakin parah.
Pertanyaan warga kini sederhana: sudah dilaporkan, lalu kapan pipa yang bocor tersebut diperbaiki?
(M.Yusuf MP-POLRI Bogor)



