KABUPATEN TANGERANG, MP-POLRI – Keluhan mengenai buruknya infrastruktur di wilayah Pantura kembali mencuat. Kali ini, sorotan tajam datang dari Jay, seorang aktivis lokal, terkait akses jalan di Kampung Klebet–Kayu Apu RT 010 RW 005, Desa Klebet, Kecamatan Kemiri. Pasalnya, jalur tersebut disinyalir tidak pernah mendapatkan renovasi atau pembenahan dari pihak terkait selama berdekade-dekade. Senin sore(12/1/26).

​Kondisi jalan yang menghubungkan antar-wilayah ini dinilai sangat ironis. Selama puluhan tahun, warga terpaksa berdamai dengan kerusakan yang masif. Situasi kian memburuk kala musim penghujan tiba; permukaan tanah berubah menjadi berlumpur, licin, dan sukar dilewati. Hal ini secara otomatis melumpuhkan ritme mobilitas warga, mulai dari urusan pekerjaan, akses pendidikan bagi siswa, hingga denyut nadi perekonomian masyarakat setempat.

​Jay melontarkan kritik pedas terhadap komitmen jajaran pemerintah desa hingga pemerintah daerah. Ia menyayangkan hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang rutin digelar setiap tahun di level desa maupun Kecamatan Kemiri, namun terkesan hanya menjadi seremonial belaka.

​”Dana APBDes dan APBN selalu dikucurkan setiap tahun. Pertanyaannya, ke mana pos anggaran tersebut bermuara? Mengapa masyarakat masih dibiarkan melintasi jalanan yang rusak dan becek?” cetus Jay dengan nada tegas.

​Aktivis ini mendesak agar Pemerintah Desa Klebet, pihak Kecamatan Kemiri, hingga Pemkab Tangerang segera mengambil langkah responsif. Ia menuntut adanya peninjauan lapangan secara langsung serta kejelasan mengenai realisasi perbaikan infrastruktur yang sudah lama dinanti warga.

​Jay menekankan bahwa pengadaan jalan yang layak bukanlah sekadar komoditas janji dalam rapat perencanaan, melainkan hak fundamental rakyat yang wajib dipenuhi oleh negara.

Laporan: Tim Redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini