Makassar – Dalam upaya meningkatkan ekosistem blue carbon dan mitigasi perubahan iklim, Baharkam Polri bersama Polda Sulsel menggelar kegiatan penanaman mangrove di Desa Parialau, Kecamatan Mappasunggu, Kabupaten Takalar.

Acara ini dipimpin oleh Kepala Korpolairud Baharkam Polri (Kakorpolairud), Irjen Pol M. Yassin Kosasih, S.I.K., M.Si., M.Tr.Opsla., yang mewakili Kabaharkam Polri, Komjen Pol Dr. Muhammad Fadil Imran, M.Si.

Dalam acara tersebut, Irjen Yassin memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai manfaat besar dari tanaman mangrove.

“Tanaman mangrove ini bisa menjadi sumber makanan seperti keripik, kerupuk, dan sirup. Selain itu, ekosistem mangrove dapat berfungsi sebagai penahan erosi dan gelombang laut, serta menjadi tempat berkembang biaknya ikan dan kepiting,” ujar Irjen Yassin dalam dialog dengan masyarakat setempat.

Irjen Yassin juga menyampaikan permintaan maaf dari Kabaharkam Polri yang berhalangan hadir karena situasi duka.

“Terima kasih kepada masyarakat yang berpartisipasi dalam penanaman mangrove, dan saya berpesan agar menjaga kelestarian tanaman yang telah ditanam.” harapnya.

Manfaat Ekosistem Blue Carbon

Program pemanfaatan mangrove ini merupakan bagian dari upaya memperkenalkan ekosistem blue carbon, yang berperan penting dalam mitigasi perubahan iklim melalui penyerapan karbon di udara.

“Mangrove mampu menyerap dan menyimpan karbon lebih efektif dibandingkan banyak tanaman darat, sehingga sangat penting dalam upaya penanganan perubahan iklim.” jelasnya.

Selain penanaman mangrove, Baharkam Polri juga menyalurkan bantuan sosial berupa 2000 paket sembako dan 850 paket pelayanan kesehatan kepada masyarakat sekitar yang membutuhkan.

“Bantuan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.” terangnya.

Perlu diketahui turut hadir dalam rangkaian kegiatan ini adalah Kakorsabhara Baharkam Polri, Wakapolda Sulsel, pejabat utama Baharkam Polri, Kasum Pangdam Hasanuddin, Pj. Gubernur Sulsel, Ketua PTUN, Forkopimda Provinsi Sulsel, Forkopimda Kabupaten Takalar, dan masyarakat Desa Parialau, Kecamatan Mappasunggu, Kabupaten Takalar.

“Dengan kegiatan ini, saya berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga lingkungan dan mendukung upaya mitigasi perubahan iklim melalui penanaman mangrove dan pemanfaatan ekosistem blue carbon.” tutupnya. (**)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini