MEDIA PURNA POLRI,KALTENG- Dilantik sudah para Kepala Desa hasil Pilkades serempak th 2019 lalu,nah selamat mengemban amanat rakyat bagi para Kades baru dan atau Kades lama yang terpilih kembali.

Sayangnya,Bartim ada 3 Kepala Desa yang dinonaktifkan oleh k Bpt Ampera AY Mebas,SE,MM diawal th 2020 ini,pasalnya belum rampung membuat LPJ th 2019 diatas tgl 10 Januati 2020 lalu,nah kepaksa tiga Kepala Desa istirahat untuk sementara,diantaranya pk Kades Awang Kec Dsn Tengah Ampah Bartim Kalteng.

Sedang PAW Pilkades Tuyau tempat domisili Kantor DAS Barito mpp sekitar 2 bulan lalu berjalan aman dan damai,sayangnya gersang,ada data kurang demokratis dan diduga ada penyimpangan secara sistimatis berbekal nuansa moralitas.

Sebelum Paw dilaksanakan,calon ada 3 orang,satu Pjs dua orang warga Desa Tuyau,satu warga mantan anggota DPRD Kab Bartim yang pulang kandang ke Desanya.

Pada malam hari sebelum Paw paginya,8 Rt memilih warganya,masing-masing Rt 5 orang dan yang terpilih dari setiap Rt langsung rembuk tim 5 masing-masing menentukan calon pilihanya untuk besok paginya.

Pilkades Paw pun berjalan damai,tidak ada kendala,terpilihlah salah satu calon Kades yang berasal dari mantan anggota DPRD Bartim,sebutlah Pak Mk yang pada saat ini sudah sah dilantik,semoga bisa menjalankan amanah warga Desa Tuyau.

Ada cerita unik dibalik Pilkades Paw Desa Tuyau yang sedikit tidak mencerminkan asas demokrasi Pancasila yang harus transparan,akuntabel,dan bebas money politik apapun bentuknya.

Pak Sm salah seorang Caldes Tuyau kordinasi hampir satu bulan setelah Pilkades Paw berakhir,dengan menyerahkan rekaman kepada perwakilan mpp Kalteng dan tentunya disertai penjelasan dan keberatanya atas Pilkades Desa Tuyau melalu PAW tersebut,pasalnya ujar Pak Sm data baru ditemukan paska Pilkades Tuyau hampir satu bulan kemudian,tentu sanksi pelanggaranya menjadi hilang lewat waktu.

Ringkas cerita Pilkades Paw Desa Tuyau itu,dari rekaman dan penjelasan Pak Sm diduga ada upaya penggiringan opini mengarah kepada salah satu calon Kades yang ikut kontes di Paw saat itu,terindikasi dari tim 5 tiap Rt yang berjumlah 8 Rt alias 40 suara saja,tim 5 hasil pilihan warga Rt masing-masing tidak langsung pulang sehabis pemilihan wakil untuk esok harinya,tetapi melakukan pertemuan lanjutan untuk memilih siapa esok harinya yang akan dipilih tim 5,ini tentu rada janggal alias aneh,kok bisa-bisanya tim 5 dikondisikan pilihanya,hilang dong asas lubernya,apa sudah benar begitu aturanya.

Selain dugaan pengkondisian,rekaman Pak Sm menyebutkan adanya tim relawan salah satu Caldes yang meminta warganya Shalat hajat berjama’ah untuk meminta petunjuk calon mana yang bisa dijadikan Kades Tuyau untuk melanjutkan Pak Ahmad Dasuki yang mangkat sebelum masa jabatan habis.

Anehnya dalam Shalat hajat warga tim 5 diberi bonus Rp 500.000/orang yang diduga dilakukan oleh salah seorang Caldes yang maju ke gelanggang Pilkades saat itu.

Kondisi itu yang oleh Pak Sm disoal,Dia merasa jalanya pilkades Tuyau tidak mencerminkan asas demokrasi Pancasila yang selama ini didengung-dengungkan semua pihak ditingkat Desa saja sudah seperti begitu ada apa.

Sayang Pak Sm mengadu ke perwakilan mpp Kalteng waktunya terlambat,bila saja sebelum tiga hari paska Pilkades Paw Desa Tuyau tersebut dilakukanya,sanksi administrasi dan pidananya bisa masuk,selama dapat dibuktikan secara hukum.

Nasi sudah menjadi bubur dan demokrasi cenderung begitu,kecuali dengan hight morality tingkat kejujuran dapat terjaga,tepat dengan apa yang dimuat dalam Kitab Durathun Nasihin,Riyadhus Shalihin,Bulughul Maram,Bab Imarah bahwa jabatan tidak baik diminta oleh siapapun,sebab orang yang meminta jabatan dapat dipastikan ada maksud terkait dengan jabatan yang diminta tersebut.(Tif/Tim Mpp)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini