MEDIA PURNA POLRI,TALIABU- Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI Perwakilan Maluku Uara, menetaapkan, laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu (Pultab), dimasa kepemimpinan Aliong Mus, terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. buktinya, realisasi anggaran 2017 Pendapatan sebesar Rp 595.090.753.414,27 dibandingkan dengan anggarannya sebesar Rp589.961.970.015,00 atau 100,87%.

berdasarkan Data Media Purna Polri, Jum’at (17/5/2019), menyebut dengan rinci, Jumlah realisasi belanja sebesar Rp 483.865.200.723,00 jika dibandingkan dengan anggarannya sebesar Rp 545.105.218.732,00 atau 88,77% dari anggaran. sedangkan, Jumlah aset 2017 sebesar Rp 944.513.205.355,97 jika dibandingkan dengan tahun 2016 yang hanya sebesar Rp 673.315.613.302,16 mengalami kenaikan sebesar Rp 271.197.592.053,81 atau 40,28%.

Selain itu, Dalam Laporan Operasional Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu dengan realisasi operasional mengalami surplus sebesar Rp249.361.390.387,41. nilai ekuitas 2017 sebesar Rp 932.364.004.388,97 atau mengalami kenaikan sebesar 43,84% atau senilai Rp 284.160.933.796,81 yang berasal dari surplus Laporan Operasional sebesar Rp 249.361.390.387,41 dan Koreksi Ekuitas sebesar Rp34.799.543.409,40. Sedangkan untuk arus kas Pemda Taliabu akhir 2017 mengalami kenaikan kas yang cukup besar senilai Rp 4.031.103.392,27. hal ini disebabkan, besarnya jumlah surplus anggaran Tahun 2017 dan dikonsolidasikannya Kas di Bendahara Dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) dan JKN pada Laporan Keuangan ini.

Tentunya, Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2017 realisasi pengeluaran atau belanja mengalami kenaikan dari tahun-tahun sebelumnya. Berarti pelayanan umum terhadap masyarakat dari tahun ke tahun dilakukan meningkat. Persediaan kas (SILPA) yang masih relatif cukup besar yang disebabkan realisasi penyerapan dana tahun anggaran sebelumnya menjadi pendorong.

Ditahun berikutnya untuk mangatur perencanaan yang lebih matang untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Surplus/Defisit – LO mengalami kenaikan sebesar 8,71% atau senilai Rp l9.985.868.648,45, kondisi ini disebabkati oleh peningkatan pendapatan asli daerah dan pendapatan hibah yang cukup signifikan. (Isto)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini