MEDIA PURNA POLRI,JABAR – Revolusi mental bukan dagangan politik yang di pajang di Etalase-etalase yang di simpan di “Warung Demokrasi”.
Revolusi mental ialah gerakan keluar dan kedalam diri,gerakan keluarnya ialah mempunyai keberanian terhadap prilaku atau perbuatan-perbuatan untuk kemaslahatan orang banyak,sedangkan gerakan ke dalamnya ialah memiliki kontruksi dalam mengaplikasikan perbuatan atau prilaku sehingga kemaslahatan yang di perbuat tidak hanya sekedar serabutan.

Kita pahami bersama sama peta sejarah perjuangan Nabi Muhammad,hampir 95% aktivitas untuk perjuangan bermula di masjid.Beliau meng-Aktivasi kan akhirat di dalam masjid,dan mengimplementasikan dalam ibadah ibadah muamalah,di luar masjid,salah satunya ialah Piagam Madinah yang menjadi rumusan rumusan guyub dan rukunnya kemajemukan,tidak hanya dalam keseharian,melainkan dalam sisi teologisnya.

Piagam Madinah bukan hanya kontruksi dari kesepakatan,melainkan revolusi mental secara total terhadap kehidupan bermasyarakat pada waktu itu,yang pada akhirnya kesepakatan itupun di ingkari.

Kita tinggalkan piagam madinah,kita masuk ke dalam masjid kembali.Masjid sudah jelas pasti di bangun dengan material,tapi secara fundamental keruhanianlah yang menjadi faktor mendasar terbangunnya sebuah masjid.
Maka Pergerakan-pergerakan pemuda untuk menjaga,merawat dan memakmurkan masjid secara tidak langsung me-ruh-kan kembali esensi dari masjid,dan meng-Aktivasi akhirat di Dunia.

“Beremas” ialah gerakan yang sadar,untuk menyadari kesadaran bahwa hidup tak hanya berakhir di kuburan.
Beremas ialah upaya generasi milenial merayu Tuhan agar tak marah,karena Kekonyolan-kekonyolan sistem,ketidak jujuran pengelolaan Negara,
Lho kok bawa-bawa Negara…?
Ok…ok…kita tarik Negara ke dalam diri kita Ketidak jujuran pengelolaan diri yang dari awal Allah ciptakan manusia sebagai khalifah di muka bumi,saat ini malah menjadi perusak di muka bumi.

Maka Beremas ialah upaya menyicil Kejujuran-kejujuran untuk menemukan diri yang hakiki.Beremas bukan aksi politik untuk meraih simpatik
Beremas hanya usaha kecil untuk mengaktivasi kan akhirat di kehidupan dunia.

Mari sadar diri terhadap kemungkinan-kemungkinan Waspada terhadap setiap gejala yang membuat kita jauh dari pencipta.Baleendah,09/03/2019.

(Irvan)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini