Media Purna Polri, NTT — Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Johanna E. SH, M.Si, merilis melalui jaringan Whatsappnya beberapa waktu yang lalu kepada media ini mengatakan, Pemerintah provinsi NTT membuka kesempatan kepada para guru SMA/SMK/SLB yang berminat dan meminuhi syarat untuk mengisi jabatan kepala sekolah melalui seleksi terbuka dan tidak ada titipan dari pejabat.

“Seleksi kepsek melalui 3 tahap, tahap pertama seleksi administrasi tgl 17 Januari 2019, tahap kedua melalui CAT, kerjasama LPMP dengan Tim Pengembang UKG Tk Nasional yg sudah dilalui hari sabtu kemarin taggal 19 Januari 2019, mulai besok dilakukan tahap ketiga yaitu wawancara dari Tim Seleksi. Tidak ada titipan dari pejabat”, Kata Lisapaly.

Dalam surat yang di tandatangani oleh Sekretaris Daerah Provinsi NTT, Ir. Benediktus Polo Maing, bernomor BU.420/01/Dispen/2019, disebutkan sebanyak 86 Formasi Jabatan kepada sekolah yang lowong baik untuk jenjang SMA, SMK maupun SLB yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota.

Sementara itu peserta seleksi calon kepala sekolah, Maxen Anderias Mauk, S.Pd, M.Pd dari SMA Plus Masa Depan Mandiri Kupang kepada media ini mengatakan, Ia sangat berterima kasih karena diberikan kesempatan turut serta dalam mengikuti seleksi calon kepala sekolah secara terbuka.

“Memang seleksinya sangat berbeda, kalau dulu kita tidak tau di rekrut menjadi kepala sekolah. Kaget di panggil dan di lantik. Kalau sekarang malah lebih bagus karena mengikuti persyaratan seleksi dan terbuka untuk umum yang telah meminuhi syarat”, Ucap Maxsen.

Sementara terpisah peserta calon seleksi kepala sekolah lainnya, Jevri Bolla guru dari SMK Negeri 1 Kupang menuturkan, Dalam tahapan seleksi calon kepala sekolah kali ini lebih baik karena secara terbuka, transparan dan bahkan nilainya pun kita bisa langsung menyetahuinya, karena secara online.

“Bagi saya ini lebih bagus karena secara terbuka, transparan dan tidak ada intervensi dari manapun kerena sistemnya secara online jadi kita kejar waktu yang begitu singkat”, Ungkap Jevri.

Lebih lanjut katanya, Dalam tesnya pun tidak sulit karena hal ini sudah biasa saya ikuti seperti diklat dan kegiatan – kegiatan lainnya.

Harapannya tentu berjalan dengan baik dan tidak ada unsur KKN yang merusak sistem yang telah di bangun oleh Bapak Gubernur sekarang, bahkan ini baru pertama kali di lakukan di Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Kabupaten/Kota, sehingga nantinya menghasilkan calon kepala sekolah yang potensial.

(Oscar MPP)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini