Media Purna Polri, Tegal – Upaya pemerintah melakukan clean up/pemulihan lahan terkontaminasi limbah bahan berbahaya beracun B3 terus dilakukan.
Dimana Setelah melakukan Clean Up lahan terkontaminasi limbah b3(pb) dan incapsulasi limbah b3(pb) di Desa Cinangka Kabupaten Bogor pada tahun 2015 dan 2016 yang sarat dengan kontra, menjadikan pekerjaan tersebut belum terselesaikan.
Hal tersebut kemungkinan tidak adanya kontrol sosial Lembaga netral atau Independent yang di ikut sertakan Kementerian Lingkungan Hidup untuk melakukan pengawasan.
Kini melalui PermenLH No 33 tahun 2009, KLHK kembali melakukan tender pembersihan lahan terkontaminasi limbah b3 di Lokasi SMA/SMK NU 01 Penawaja Desa Adiwerna pesarean Kabupaten Tegal Jawa Tengah.
Tender clean up tanah terkontaminasi limbah b3 seberat 500 ton ditender Kementerian LHK dan dimenangkan oleh KSO PT.Ausico, Mahendra, PT.Amako Rezeki Utama dan PT.Lut Putra Solder sebagai perusahaan pengolah dan pemanfaat limbah b3.
Nilai kontrak setelah dipotong pajak sebesar Rp.1.577.000.000 menggunakan anggaran Kementerian LHK ini diawasi ketat dengan Pengawasan dari kementerian LHK DLH Provinsi Jawa Tengah, DLH Kabupaten Tegal, Lurah dan tokoh masyarakat.

Pengawasan clean up tersebut juga dihadiri ketua umum AMPHIBI Agus Salim Tanjung so,si, sekjen Noven Saputera, sekjen Awan Pers M.Budianto dan Ketua Yayasan BKS Nawa Kurniawan.
Pada kesempatan tersebut Ketua Umum AMPHIBI dan Team memberikan apresiasi kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Team dari AMPHIBI berangkat dari jakarta menuju kabupaten tegal pada hari jumat (7/9/2018).

Sesampai di lokasi clean up Pesarean Kabupaten Tegal, Agus Salim Tanjung so,si melakukan koordinasi dengan seluruh pihak yang terkait.

Sebagai lembaga sosial kontrol yang bergerak khusus di bidang lingkungan hidup dan sosial kemasyarakatan,maka kehadiran kami disini selain melakukan pengawasan,kami juga memberikan semangat dengan menyalurkan CSR berupa sepatu olah raga kepada 17 siswa/i yang terkena dampak pencemaran lingkungan, jadi kemanapun kami berangkat dan berada selalu membawa sepatu sebagai wujud kepedulian sosial kami.” tegas Agus Salim Tanjung So,si.

AMPHIBI juga mengajak para perusahaan yang memenangkan pekerjaan agar menyisihkan CSR nya untuk kegiatan perbaikan lingkungan hidup dan sosial kemasyarakatan melalui Yayasan Sosial BKS.
Arahan dari AMPHIBI direspon baik oleh ke 3 perusahaan tersebut yaitu PT.Lut Putra Solder dengan menyumbang 1.300 beton blok untuk halaman sekolah, PT.Ausico Mahendra dengan melakukan penanaman pohon Angsana 10,Trumbesi 10 batang dengan @’ ukuran batang 5-7 inc, pohon hiasan/pucuk kembang merah setinggi 2 meter sebanyak 20 pot yang akan ditanam disekeliling sekolahan yang terkena dampak pencemaran. Sementara PT.ARU memberikan 10 pail cat tembok hijau dan 10 kursi roda untuk orang tua jompo yang pendistribusiannya melalui Yayasan Sosial BKS.
Sumber : Awan Pers



