
MEDIA PURNA POLRI,MAJALENGKA- Jelang perhelatan Asian Games, pada Agustus mendatang, aparat Kepolisian menggelar razia preman dan kejahatan jalanan di wilayah hukum Polres Majalengka.
Seluruh lokasi rawan kejahatan, baik didalam Kota hingga ke Pelosok Desa terus disisir petugas Kepolisian.
“Kita sudah mulai gelar operasi preman dan kejahatan jalanan atau kejahatan (konvensional) khusus menjelang Asian Games,”Kata Kapolres Majalengka, AKBP Noviana Tursanurohmad,kepada awak media, Sabtu (7/7/2018).
Menurut Kapolres, operasi ini bertujuan untuk memberi rasa aman kepada warga masyarakat Kabupaten Majalengka.
AKBP Noviana, juga menginstruksikan seluruh Polsek dan jajarannya ikut terlibat aktif dalam razia tersebut.
Dia pun memerintahkan jajarannya agar tak segan melakukan tindakan tegas pada pelaku kejahatan yang membuat resah warga di wilayahnya itu.
“Intinya jelang Asian Games ini, kami sudah siap menindak tegas pelaku premanisme dan pelaku kejahatan jalanan,”Tegasnya.
Selama operasi ini berlangsung, Kapolres memastikan ada Ratusan Personel yang disebar di sejumlah titik.
Ratusan Personel itu disebar, kata Dia, di tempat keramaian. Seperti, pusat perbelanjaan, wisata maupun tempat lainnya.
Bahkan, hingga venue Bendungan Rentang Jatitujuh, Majalengka yang terpilih sebagai salah satu venue cabang olahraga kano pada nomor perlombaan kano slalom tersebut, tak luput menjadi perhatian Kepolisian.
Di tempat terpisah, Polsek Kadipaten, Polres Majalengka, dalam operasi tersebut berhasil mengamankan dua orang penjual air mineral secara paksa dengan menjual seharga Rp.15 ribu kepada para sopir armada yang melintas di Jalan Raya Kadipaten-Majalengka.

Menurut Kapolsek Kadipaten, AKP Dadang Surahidayat, para pelaku tersebut, setiap malamnya biasa menjual rata-rata sebanyak 20 botol.
Kedua pelaku tersebut, menurut Kapolsek, tercatat atas nama berinisial AD (24) dan LS (46) Keduanya merupakan warga Kecamatan Kadipaten, Majalengka.
“Saat ini kedua pelaku sudah kita amankan di Mapolsek Kadipaten, untuk dilakukan pendataan dan pembinaan,”Jelasnya.
Hal yang sama juga dilakukan Satuan Reserse Kriminal Polres Majalengka. Alhasil, sedikitnya tujuh orang terduga premanisme terciduk Polisi dalam operasi kejahatan konvensional jelang Asian Games tersebut.

Kasat Reskrim Polres Majalengka, AKP M Wafdan Muttaqin mengungkapkan, ketujuh pelaku tersebut, diciduk di sejumlah tempat keramaian dan pelaku telah melakukan Pungutan Liar (Pungli).
“Ketujuh pelaku tersebut, langsung kita gelandang ke Mako Polres Majalengka untuk dilakukan pendataan dan pembinaan, agar tidak melakukan kembali hal serupa yang dapat meresahkan masyarakat tersebut,”Tukasnya. (Margono S).


