MEDIA PURNA POLRI,KARAWANG-Bantuan CSR (Corporate Social Responsibility) bedah rumah tidak layak huni bagi warga Desa Kamojing nenek Sumarni yang tidak mampu oleh PT Pupuk Kujang mendapatkan respon positif langsung dari Bupati Karawang Dr.Cellica Nurrachadiana,Camat Cikampek Syueb Sulaeman dan Charim selaku Kepala Desa Kamojing,Kecamatan Cikampek,Kabupaten Karawang,Jawa Barat.

Dalam kesempatan itu pula,Bupati Karawang Dr.Cellica Nurrachadiana langsung menyambangi pemilik rumah nenek Sumarni (69) yang akan di bedah di dusun Kamojing Timur RT 004 RW 002,Desa Kamojing,Kecamatan Cikampek,Kabupaten Karawang,Jawa Barat,Jum’at(04/05/2018).

Dalam keteranganya,Cellica mengatakan kepada warga yang hadir’Kalau di Kabupaten Karawang ada 1320 rumah tidak layak huni dengan total anggaran RP 55 miliar yang diambil dari anggaran APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah)Kabupaten Karawang,dengan di bagi 4 rumah per desa di seluruh Kabupaten Karawang.

Rumah tidak layak huni milik nenek Sumarni di ajukan oleh Kepala Desa Kamojing Bapak Charim dan Camat Kecamatan Cikampek Bapak Syueb Sulaeman,dan di setujui oleh pihak BUMN PT Pupuk Kujang.

Dalam kesempatan itu pula,Camat Kecamatan Cikampek Syueb Sulaeman mengatakan,Program CSR (Corporate Social Responsibility) dari pihak BUMN sangat membantu masyarakat, terutama masyarakat yang tidak mampu atau berpenghasilan di bawah rata-rata,”Saya sangat berterima kasih kepada PT Pupuk Kujang yang sudah membantu nenek Sumarni untuk membedah rumahnya”Tambah Syueb kepada awak Media.

“PT Pupuk Kujang selama ini sudah banyak membantu masyarakat Cikampek dan sekitarnya khususnya masyarakat Kabupaten Karawang,Oleh karena itu mari kita sama-sama mendukung Program Pemerintah dalam berbagai bidang,”Tambah Syueb kepada awak media.

Di temui Awak Media,Nenek Sumarni mengatakan”Saya sangat berterima kasih kepada Pemerintah Desa Kamojing,Camat dan Bupati serta PT Pupuk Kujang yang mau membantu saya untuk membedah rumah saya ini”.

Nenek Sumarni adalah seorang janda tua yang hidup bersama kedua anaknya,menantu dan dua cucunya di rumah yang sudah hampir roboh,”Kami tidur diatas tanah beralaskan tikar,kalau turun hujan atapnya pasti bocor karena bambu penahan genteng sudah patah dan mulai ambruk,”Tambah Juanda kepada Media Purna Polri.

Keseharian nenek Sumarni cuma berdagang sayuran keliling yang di ambil dari orang,Apabila dagangan nenek Sumarni habis baru di setor ke pemilik sayuran,Pendapatan dari berjualan sayuran nenek Sumarni sekitar 10 ribu sampan 15 ribu dalam sekali jualan ,itupun tidak tiap hari.Anak nenek Sumarni,Juanda cuma tamatan Sekolah Dasar (SD) dan tidak memiliki pekerjaan tetap alias pengangguran,terkadang kerja kasar bangunan,itupun kalau ada.

Di samping itu pula,Kepala Desa Kamojing sangat berterima kasih kepada PT Pupuk Kujang yang sudah menerima dan merespon pengajuan Pemerintah Desa Kamojing dan Camat Cikampek untuk membedah rumah nenek Sumarni.

“Saya sangat berterima kasih kepada Management PT Pupuk Kujang atas bantuannya kepada warga Desa Kamojing dalam program Bedah Rumah milik nenek Sumarni,”Tambah Charim kepada Media Purna Polri. (Margono S.)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini