MEDIA PURNA POLRI,OKU- Dapodik merupakan aplikasi online yang dapat diakses seluruh sekolah untuk memasukan dan mengolah data, Baik data peserta didik, Pendidik, Tenaga Kependidikan hingga profil sekolah itu sendiri. Adanya Dapodik memudahkan admin atau operator sekolah (OPS) untuk menyatukan data Kependidikan secara Nasional. Dapodik juga digunakan untuk memverifikasi data guru dengan kaitannya pencairan berbagai tunjangan dan bantuan beasiswa.

Fungsi Dapodik kaitannya dengan Peserta Didik. Seluruh data murid atau siswa di sekolah harus terintegrasi masuk database Dapodik karena akan menjadi acuan berbagai hal yang berkaitan dengan keberlangsungan studinya. Data peserta didik digunakan untuk persiapan mengikuti Ujian Akhir Nasional (Unas) ketika telah berada di kelas akhir setiap jenjangnya.

Selain itu, Data siswa dalam Dapodik menentukan bantuan Pemerintah kepada peserta didik tersebut melalui berbagai program yang telah dicanangkan.

Siswa juga dapat menggunakan data Dapodik untuk mengikuti program beasiswa terutama yang diperuntukkan bagi mereka yang kurang mampu. Maka sudah seharusnya pengisian data siswa dalam Dapodik dipastikan akurat dan terus update.

Penjelasan Data Pokok Pendidikan
Dari uraian singkat tersebut, Dapat ditarik kesimpulan bahwa manfaat dan fungsi Dapodik sangat vital di zaman modern seperti sekarang ini.

Pendataan peserta didik, Guru dan tenaga Kependidikan dapat dilakukan dengan cepat dan akurat melalui jaringan internet. Dapodik juga meminimalisir double entri data karena sistem satu data yang dikembangkan sangat bersinergi.

Harapannya kekurangan dan kelemahan yang masih ada pada aplikasi Dapodik dapat terus diperbaiki demi kemajuan pendidikan Indonesia.

Hal penting lainnya adalah akses aplikasi Dapodik yang mungkin masih lelet dan sulit untuk daerah-daerah tertentu, Khususnya terluar terdepan dan terpencil dapat diminalisir.

Demikianlah sekiranya impian insan Pendidikan dalam upaya memajukan dan meningkatkan kualitas Pendidikan generasi Bangsa ini.

Namun sayang dan sungguh sangat disesalkan dalam penggunaan dan mamfaat sistem Dapodik sepertinya Diduga diaplikasikan dan disalahgunakan SMK Negeri 1 dan SMK Negeri 2 OKU SUMSEL,Dalam penelusuran Tim MPP ditemukan dugaan manipulasi/mark up Dapodik di SMK Negeri 1 dan SMK Negeri 2 OKU SUMSEL diduga bertujuan untuk korupsi dana bantuan Pemerintah.

Ketika tim MPP dan rekan-rekan pers melakukan penelusuran dan konfirmasi di dua sekolahan tersebut, Pada kesempatan tersebut Kepsek SMK Negeri 2 saat di tanya. “Jumlah siswa yang mengikuti dan lulus UNAS 2016 mengapa tidak sesuai dengan jumlah ketika baru masuk tahun ajaran 2014 kelas X dan tahun ajaran 2015 saat naik kelas Xl,Dan mengapa ada selisih jumlah siswa,Apakah siswa-siswa tersebut pindah atau berhenti”.RH selaku kepsek SMK Negeri 2 OKU saat dimintai keterangan pada waktu itu tidak bisa memberikan jawaban.

Ditempat terpisah AR selaku Kepsek SMK Negeri I OKU saat dimintai keterangan oleh MPP dan rekan-rekan Pers menjelaskan”Terjadinya selisih jumlah siswa/siswi yang ada dengan Dapodik karena di keluarkan langsung Dirgen Pendidikan bukan atas laporan dari SMK Negeri I”.Ditanya oleh MPP “Bukankah jumlah siswa-siswi sekolah pihak Dirgen menerima dahulu laporan dari pihak sekolah berapa jumlahnya” Dijawab oleh AR”Tidak pihak Dirgen yang mengeluarkan bukan atas laporan sekolah”Ditanya oleh MPP dan rekan Pers”Jumlah siswa-siswi yg ada tidak sesuai dengan Dapodik dan ini ada kaitan dengan dana bantuan Pemerintah terutama dana BOS,dikemanakan kelebihan dana BOS tersebut”.

Dijawab oleh AR”kelebihan dana BOS yang kami terima langsung dikembalikan lagi ke KAS Negara”.Masih dalam penelusuran MPP, Ditempat terpisah INDRA JAYA SH selaku Pengamat Hukum saat diminta keterangan menjelaskan”Walau pihak Sekolah yang dimaksud sudah mengembalikan uang Negara, Saksi hukum tidak akan menghapuskan bagi seseorang atau kelompok yang mencoba melakukan KKN”.

Dan dalam pengamatan berdasarkan data yang diterima MPP DIDUGA manipulasi/mark up data Dapodik.Oknum SMK Negeri 1 dan SMK Negeri 2 OKU SUMSEl lakukan praktik korupsi berjemaah. (MPP OKU/Alfajri)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini