MEDIA PURNA POLRI,TALIABU- Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu, (Pultab), Maluku Utara, melalui Dinas Kesehatan menepis pernyataan pihak-pihak terkait tentang pembiaran bayi berusia 1 tahun bernama Bilal, Yang saat ini sedang berada di Ternate dalam rangka pengobatan.

Berdasarkan penelusuran media ini di Langganu Kecamatan Lede, Disebutkan bahwa sebelum ke Ternate atas perintah Pemkab Pulau Taliabu, Bayi dari pasangan suami istri La Muli dan Wa Muria ini, Ternyata telah ditangani Puskesmas Lede dan telah mendapat rujukan ke Kabupaten Luwuk, Sulawesi Tengah (sulteng), Selain mendapat rujukan ke Luwuk, Ternyata Bilal beserta orang tuanya juga sempat dirujuk ke Makassar untuk pengobatan lanjut. Namun, Selama empat hari di Makassar pasangan ini kembali lagi ke Taliabu.

Persoalan ini ketika dikonfirmasi kepada Kadis Kesehatan Pulau Taliabu Kuraisia Marsaoly, Senin (26/3/2018), pihaknya sangat menyayangkan pihak terkait yang mengedarkan informasi via dunia maya yang menyebutkan Pemda Pulau Taliabu lepas tangan alias membiarkan Bayi bernama Bilal tersebut.”Kita sayangkan pernyataan itu,”Katanya.

Padahal, Lanjut Sia sapaan akrab Kadis Kesehatan ini, Mengaku setelah foto-foto Bilal di keluarkan di FB oleh keluarganya, Dirinya langsung mengflow Up melalui Kepala Puskesmas Kecamatan Lede dan dua Kabidnya. Dari hasil keterangan Kepala Puskesmas Lede,Menuturkan kalau Bilal merupakan pasien Puskesmas Lede yang telah di rujuk ke dua Kota yakni Luwuk (Sulteng) dan Makassar (Sulsel). Dimana di Luwuk telah dilakukan perawatan namun belum sembuh total. Kemudian ke Makassar. Tetapi di Makassar empat hari langsung kembali, Dengan alasan belum mendapat perawatan.”Jadi Jaminan Kesehatan yang mengurus Pihak Pemda Pulau Taliabu yakni Puskesmas Lede, Dirujuk ke Luwuk dan Makassar di Makassar sambil menunggu penangangan yang lama karena menggunakan Jamkes terlalu lama, orang tua pasien minta kembali,”kata Sia.

Tak cukup disitu saja, Setelah kembali dari Makassar pihak Puskesmas juga memberikan rujukan kepada Pasien untuk pengobatan di Jakarta. Namun rujukan itu tidak diindahkan oleh orang tua pasien.”Puskesmas juga sempat memberikan rujukan ke Jakarta, Tetapi kedua orang tua pasien tidak berangkat, Padahal biaya tetap akan ditanggung pemkab,”Kata Kadis Kesehatan.
Setelah diberangkatkan ke Ternate untuk mendapat pengobatan dan bertemu dengan team sukses salah satu calon Gubernur yang kebetulan ayah dari pasien ini menjadi team suksesnya di desa Langganu, semua berubah. Dimana pengobatan yang akan dilanjutkan oleh pihak Pemda Pulau Taliabu, dialihkan ke salah satu Paslon dan untuk melanjutkan pengobatan harus ada ijin dari salah satu tim paslon tersebut.”Sekarang keadaan terbalik, Kita yang berangkatkan dan setiba diternate untuk melanjutkan pengobatan malah harus ada ijin dari anggota Paslon yang kebetulan seorang dokter kandungan,”kilahnya.
Namun, Pihaknya jelas Kadis tidak akan tinggal diam. Pemkab tetap akan bertanggungjawab, Sebagaimana perintah Bupati sebelumnya.”Pemkab akan bertanggungjwab dan dalam waktu dekat uang pengobatan dan administrasi lainnya akan dibawa ke ternate dan menyerahkan kepada orang tua korban langsung tanpa melalui pihak ketiga,”Tandasnya.

Sementara itu, Terkait dengan permintaan sumbangan oleh sejumlah Mahasiswa, Menurut Kabag Humas dan protokoler Setda Pulau Taliabu, Abd. Kadir Nur Ali, S.Sos, Bahwa itu adalah bentuk kepedulian mahasiswa asal pulau Taliabu. Namun, Untuk persoalan biaya pengobatan pasien sebagaimana yang disampaikan oleh Kadis Kesehatan itu tetap akan dilaksanakan.”Itu spontan sebagai rasa peduli Mahasiswa. Namun, Pemkab Pulau Taliabu sama sekali tidak membiarkan pasien,”Akunya.
Untuk itu, Dirinya meminta kepada pihak terkait untuk menghentikan hujatan terhadap Pemkab Pulau Taliabu melalui pasien bernama Bilal. Karena, Sejak awal pasien ini telah mendapat pengobatan.”Seharusnya kita tangani tanpa melihat siapa dia, Dan jangan di politisasi, ini menyangkut nyawa. Apalagi informasi terakhir pasien belum dilakukan pengobatan oleh oknum team tersebut dan pasien beserta keluarga masih di tampung di rumah praktek dokter tersebut,”Tandasnya.   (Isto)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini