MEDIA PURNA POLRI,KABUPATEN BANDUNG – Penyebab utama terjadinya pencemaran
lingkungan di sepanjang aliran sungai Citarum di sebabkan oleh ketidakdisiplinan warga masyarakat dalam membuang sampah, rumah tangga dan ketidakdisiplinan perusahaan dalam pengelolaan IPPAL, mereka pemilik perusahaan membuang limbah pabrik ke anak sungai sehingga bermuara di sungai Citarum.
Aliran sungai Citarum,menjadi Icon sebagai sungai terkotor didunia,sontak hal ini menjadi berita hangat yang viral di media sosial,sehingga Presiden Joko widodo angkat bicara dan langsung mengadakan rapat luar biasa / darurat di Provinsi Jawa Barat, alhasil pemerintah membuat program Citarum harum 2018.
Surat Keputusannya di serahkan kepada Pemerintah Provinsi Jawa barat sebagai Penanggung Jawab Program, Kodam III Siliwangi sebagai pelaksana tugas, Program Citarum Harum 2018,langsung di bawah Komando Panglima Kodam III Siliwangi Mayjen TNI Doni monardo.
Progran Citarum harum akan berhasil 99% jika mendapat dukungan penuh dari seluruh warga masyarakat ,karena bukan hanya masyarakat yang tinggal di bantaran sungai Citarum sebagai penyumbang utama sampah ke sungai Citarum, tapi seluruh warga masyarakat Kota dan masyarakat Kabupaten Bandung yang tidak bertanggung jawab yang membuang sampah di sembarang tempat.
Berdasarkan hasil pantauan Media Purna Polri Edisi 01 – 15 Maret 2018 di wilayah Kecamatan Dayeuh kolot tepatnya di depan PT Ceres Jalan Raya Moch Toha, terdapat Saluran pembuangan air limbah yang pada saat air di keluarkan di buang entah kemana, terjadi luberan air limbah berwarna hitam pekat dan bau bahan kimia dari atas bak kontrol, untuk menghindari fitnah atau teguran juga sangsi dari pemerintah, PT Ceres mengklaim dengan memasang papan inpormasi pipa ini bukan milik PT Ceres.
Siapa pemilik pipa pembuangan limbah yang bocor didepan Ceres??Pemerintah melalui Pangdam III Siliwangi ,harus secepatnya melakukan sidak dan penelusuran dan menindak perusahaan yang tidak bertanggung jawab, jangan pandang bulu dan jangan main mata.
*** Team MPP ***



