
Media Purna Polri Bandung. Kunjungan dari media terbesar di inggris dengan tujuan, meliputi tentang “Program Citarum Harum” wilayah sektor 7. Mereka meninjau karena, mereka mencintai lingkungan. Para media inggris sekaligus meninjau yang berkerja di lapangan penanaman pohon dan perawatan taman wilayah Desa Pangauban serta didampingi oleh Dansektor (Kolonel Kav Purwadi) dan menjelaskan, penanaman pohon di bantaran sungai wilayah Desa Pangauban ini sedang dalam perawatan setiap hari.
Jumat, pukul 08.00. Wib (22/11/2019) berlanjut perjalanan ke taman edukasi Desa Sangkanhurip. Dansektor menjelaskan juga di tanaman wilayah Sangkanhurip dibuat suasana untuk olahraga taman bermain dan semua masyarakat menikmati akan kenyamanan dan sejuknya alam.
Lanjut Dansektor Kolonel Kav. Purwadi mengajak Joe Wallen dan Jack Taylor bersama juru biaca Amalia Ahmad ketempat pengelolaan mesin air besih sekaligus memperlihatan dengan alat pemantau air limbah. Dansektor juga menjelaskan, sekarang sudah bisa dikonsumsi untuk di minum oleh masyarakat dan sudah lama mempergunakan air bersih disini. Dan untuk mesin pengelola air ini bekerjasama dengan IKAWA.
Kemudian, Dansektor langsung meninjau Taman Sangkuriang di wilayah Desa Rancamayar. Joe welle dan Jack Taylor serta Amalia Ahmad selaku jubir meliput para Satgas Citarum Harum di bantaran sungai Taman Sangkuriang yang sedang merawat tanaman. Jack bertanya, bagaimana militer bisa terlibat membersihkan citarum harum ini..? Dansektor menjawab bahwa, Citarum Harum ini sudah sejak 2012 dikelola dari Pemeritah SKPD Dinas.
Jack Wellen bertanya, bagaimana jikalau masyarakat masih membuang sampah ke sungai atau masih membuang limbah sembarangan..? dan jawab Dansektor 7, setiap malam tetap akan patroli. Jika ada yang saluran air limbah dibuang sembarangan, langsung di tutup dengan cor. Karena apa? karena mereka yang membuang limbah tidak membuat pengelolaan air limbah. Karena itu membuang sembarangan. Padahal, kami sudah melaksanakan solialisasi dengan masyarakat dan pabrik-pabrik jikalau masih membandel, akan dikenakan pidana. Imtiny, sudah tidak adalagi teroransi lagi, ucap Dansektor Kolonel Kav. Purwadi.
(Wandha/Verry)



