Media Purna Polri, Kabupaten Bogor – Terdakwa SZ, yang perkaranya sedang berjalan di persidangan Kejaksaan Negeri Cibinong, dimana terdakwa SZ tidak bijak dalam menggunakan akun media sosialnya dalam hal ini facebook. SZ dalam tulisannya seperti group Facebook Masyarakat Cinta Bogor, ” hanya dengan secangkir kopi ini separuh rakyat Bogor terpengaruh atau tergiur, namun belum lama ini ternyata dia seorang (pencuri) turunan.

Menanggapi hal ini Ketua Presidium Bogor timur (Botim), Alhafis Rana Angkat Bicara, serta menyampaikan agar semua masyarakat dapat dengan bijak dan sadar akan menggunakan sarana media sosial, serta tidak menuduh dan menghujat atau melukai hati orang lain.

Alhafis melanjutkan, kita sudah banyak melihat akhir akhir ini di media sosial banyak sekali orang yang tidak bijak menggunakan media sosial, bukan hanya penghinaan terhadap Bupati, bahkan beberapa kasus penghinaan di media sosial pun juga dialami seorang Presiden.

Disini, tambah Alhafis, biarlah masalah ini menjadi pelajaran untuk kita semua, agar di kedepannya tidak adalagi yang saling menghina siapapun.

“Bijaklah dalam menggunakan media sosial, jangan mencela, mengihina, bahkan sampai menghujat oranglain. Jika ingin mengkritik pemerintah, lakukan kritik yang membangun dan sopan dalam ber- media sosial,” kata Alhafis Rana, Ketua Presidium Botim kapada MPP.

Saat di tanya terkait kasus pencemaran nama baik keluarga Ade Yasin, yang di lakukan terdakwa SZ, dari segi Sosial, Alhafis Kepada MPP, menyampaikan, memang untuk memaafkan orang lain sangat sulit, terkecuali hanya orang-orang yang kuat yang bisa memaafkan.

Mungkin Tentunya ini bisa jadi pelajaran kepada semua pihak untuk sebagai efek jera, agar masyarakat juga tidak terlalu bebas, jika ingin mengkritik, kritik yang membangun tidak didasari kebencian. Inilah yang harus kita budayakan di negeri kita, khususnya di kabuapaten bogor.

“Untuk hal ini, lebih baik Bupati Ade Yasin dapat memaafkan, walaupun memang berat. Karna bagaimanapun suka tidak suka semua juga rakyatnya dan masyarakat bupati. Terlebih bupati juga sebagai sosok orang tua dikabupaten bogor, tentu bisa lebih bijak dan arif didalam menyikapi persoalan ini,” kata ketua Botim.

Sambung Alhafis, Apalagi pemilihan pilkada ini sudah selesai, berharap bupati lebih kuat dan lebih bijak menghadapi hal seperti ini. Mungkin kedepannya akan adalagi, tetapi kalau bupati hanya mengurusin persoalan semacam ini, tentunya energi juga dapat terkuras.

Yang jelas ini pelajaran untuk kita bagaimana kabupaten bogor ini tidak gaduh dalam kepemimpinan Ade Yasin. (Billy/Denden)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini