
Kab. Bandung, MP-POLRI – Menghadapi puncak musim penghujan, kolaborasi lintas sektor diperkuat. BPBD Kabupaten Bandung bersama Satpol PP dan unsur 3 Pilar (TNI-Polri dan Pemerintah Daerah) menggelar Apel Pasukan Siaga Bencana di Mapolresta Bandung, Senin (2/11/2026).
Apel Siaga tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Bandung Dadang Supriatna yang akrab disapa KDS. Hadir lengkap jajaran Forkopimda Kabupaten Bandung, Kapolresta Bandung, Dandim 0624, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung, Kasatpol PP, para Camat, serta ratusan personel relawan kebencanaan.
Dalam amanatnya, KDS menginstruksikan seluruh unsur untuk memperkuat sinergi dan kecepatan tanggap darurat guna menekan risiko bencana banjir, longsor dan cuaca ekstrem yang masih menjadi ancaman di sejumlah wilayah Kabupaten Bandung.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung dalam keterangannya sangat mengapresiasi inisiatif Polresta Bandung yang telah menggelar apel siaga ini. Menurutnya, apel ini bukan sekadar seremonial, namun menjadi momentum penting untuk cek kesiapan personel, logistik, dan alat berat di lapangan.
“Kami dari BPBD Kabupaten Bandung sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada Polresta Bandung atas inisiatif apel siaga bencana ini. Ini bukti nyata sinergitas 3 Pilar dan semua elemen berjalan. Kesiapsiagaan harus kita bangun bersama, tidak bisa hanya BPBD saja,” ungkap Kalak BPBD Kabupaten Bandung.
Lebih lanjut KDS menekankan, penanganan bencana tidak boleh hanya reaktif saat kejadian. Mitigasi dini harus menjadi prioritas utama.
“Kecepatan respon itu penting, tapi pencegahan dan kesiapsiagaan jauh lebih penting. Petakan wilayah rawan, siapkan jalur evakuasi, pantau kondisi lingkungan, dan pastikan informasi sampai ke masyarakat,” tegas KDS.
KDS juga mengajak seluruh masyarakat untuk ikut menjadi garda terdepan kesiapsiagaan dengan menjaga kebersihan saluran air, tidak membuang sampah sembarangan, dan meningkatkan kewaspadaan di lingkungan masing-masing.
“Kesiapsiagaan bukan hanya tanggung jawab petugas, melainkan tanggung jawab kita bersama. Kita ingin mewujudkan Kabupaten Bandung yang tangguh bencana, mampu mengenali risiko, cepat merespon, dan cepat memulihkan kondisi masyarakat,” pungkasnya.
Apel ditutup dengan pemeriksaan pasukan dan sarana prasarana kebencanaan milik BPBD, Satpol PP, Polri, TNI, Dinkes, dan para relawan.
[Jurnalis: Robinson – MPP]



