
Singkawang, Kalbar_MP-POLRI – Polres Singkawang melalui Bhabinkamtibmas melakukan pendampingan dan pembinaan kepada Kelompok Tani Bakomok sebagai bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan. Kegiatan tersebut dilakukan dengan memantau langsung perkembangan tanaman jagung sekaligus berkomunikasi dengan petani mengenai kondisi dan kendala budidaya di wilayah Kelurahan Sijangkung dan Sagatani, Kota Singkawang, Rabu (23/09/2026).
Pendampingan dilakukan Bhabinkamtibmas Kelurahan Sijangkung Aipda Kesuma Hidayat dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Sagatani Aipda Nirwandi dengan mengecek tiga lahan jagung milik anggota Poktan Bakomok. Total lahan yang dipantau mencapai 1,5 hektare, terdiri dari lahan Amin seluas 0,2 hektare dengan usia tanaman sekitar dua minggu, Lian seluas 0,8 hektare dengan usia sekitar satu bulan, serta Okto seluas 0,5 hektare dengan usia sekitar satu bulan.
Dari hasil pemantauan, pertumbuhan tanaman jagung di sejumlah bagian lahan belum seragam. Kondisi tersebut diduga dipengaruhi cuaca panas selama masa pertumbuhan. Temuan ini menjadi bahan pembinaan dan perhatian bersama antara Bhabinkamtibmas dan petani agar kondisi tanaman dapat terus dipantau serta kendala dalam proses budidaya dapat diketahui lebih awal.
Pendampingan secara langsung juga memperkuat komunikasi antara Polri dan kelompok tani. Petani memiliki ruang untuk menyampaikan perkembangan maupun kendala yang dihadapi, sementara Bhabinkamtibmas dapat melakukan pemantauan secara berkala terhadap kegiatan pertanian masyarakat. Langkah tersebut menjadi bagian dari kontribusi Polres Singkawang dalam mendukung pemanfaatan lahan produktif dan keberlanjutan kegiatan pertanian sebagai salah satu unsur pendukung ketahanan pangan.
Kapolres Singkawang AKBP Dody Yudianto Arruan, S.I.K. melalui Kasi Humas Polres Singkawang Iptu Hidayatno mengatakan, pendampingan kepada kelompok tani merupakan bentuk kehadiran Polri dalam mendukung aktivitas produktif masyarakat. “Kami mendorong Bhabinkamtibmas untuk terus melakukan pembinaan dan komunikasi dengan petani, sehingga perkembangan tanaman maupun kendala di lapangan dapat diketahui dan dikoordinasikan secara lebih cepat,” ujarnya.
Indra (Hms)



