
MEDIA PURNA POLRI,NTT – Menyusul suksesnya revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) bidang ketenagalistrikan di beberapa SMK Negeri unggulan di beberapa Provinsi, kini PT PLN (Persero) melakukan Perjanjian Kerjasama dengan dua Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri di Nusa Tenggara Timur (NTT), yaitu SMKN 2 Kupang dan SMKN 1 Maumere, Sika , pada hari Rabu (28/11) di Kantor PLN UIW NTT.
Hal ini di jelaskan oleh kepala dinas Pendidikan Provinsi NTT, Johanna E. Lisapaly, SH, M.Si kepada media ini di ruang kerjanya, Kamis (29/11/2018).
“Ini merupakan lanjutan program Corporate Social Responsibility (CSR) Peningkatan Kompetensi Bidang Ketenagalistrikan pada Guru dan peserta didik SMK (Vokasi SMK)”, kata Johanna.
Ia menuturkan, Program Peningkatan Kompetensi Bidang Ketenagalistrikan pada guru dan peserta didik SMK ini sendiri merupakan implementasi dari Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan Dalam Rangka Peningkatan Kualitas dan Daya Saing Sumber Daya Manusia.
Perjanjian kerjasama ini memuat 4 pokok ruang lingkup, seperti pengembangan kurikulum, dukungan proses pembelajaran & praktek kerja lapangan, fasilitasi uji kompentensi (sertifikasi), dan fasilitasi sarana dan prasarana.
Tahap awal dari revitalisasi adalah Upgrading Guru, sebagaimana dijelaskan Lisapaly, terhadap pentingnya peran Guru Produktif dalam mengantarkan para siswanya ke dalam dunia industri. Seorang guru harus lebih dulu memahami dan bahkan sudah memiliki kompetensi atas materi yang diajarkan kepada siswanya. Ia berharap bahwa kegiatan Upgrading Guru Produktif tersebut kedepannya akan menjadi agenda terstruktur bagi Dinas Pendidikan Provinsi dan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah.

“Proses pembelajaran dari program ini disesuaikan dengan Kurikulum yang telah melalui proses Sinkronisasi. Di dalam kurikulum tersebut telah diatur jumlah jam pelajaran untuk materi Umum Sekolah, Materi Industri dan kegiatan Magang di Unit Operasional PLN,” ucap nya.
Dari kerjasama yang dilaksanakan oleh PLN Pusdiklat dengan 2 SMK Negeri di Nusa Tenggara Timur ini akan dihasilkan pembelajaran, program magang dan proses sertifikasi bagi siswa SMK untuk bidang transmisi. Produk yang dihasilkan tersebut selanjutnya dapat dipergunakan sebagai acuan bagi SMK-SMK lain yang akan mengimplementasikan program keahlian ketenagalistrikan bidang transmisi.
Lebih lanjut Lisapaly, kami sangat menyambut baik dan memberikan apresiasi luar biasa kepada PLN atas kepedulian dan dedikasinya terhadap peningkatan kompetensi generasi muda khususnya dalam hal ketenagalistrikan.
“MOU ini dapat menjadi langkah awal bagi kita untuk mendukung pertumbuhan ekonomi bangsa yang dimulai dari dunia pendidikan. Semoga hal ini dapat menjadi pijakan kita untuk mempersiapkan SDM yang terampil dan siap bekerja di industri ketenagalistrikan melalui peningkatan kompetensi bagi pendidik dan peserta didik SMK. Terima kasih kepada bapak Muhamad Ali selaku Direktur HCM PLN atas dukungannya dalam mewujudkan revitalisasi SMK,” ujar Lisapaly.
Pada akhirnya dengan adanya kerjasama ini diharapkan bisa berkelanjutan dan dapat membawa manfaat bagi kedua belah pihak dalam peningkatan kompetensi peserta didik SMK bidang ketenagalistrikan, sehingga lulusan SMK yang kompeten, memiliki daya saing, berkualitas, dan profesional mampu mendukung pengembangan, pengoperasian dan pemeliharaan industri ketenagalisrikan, pungkas Lisapaly menutup wawancaranya.
(Oscar Mpp)



