
MEDIA PURNA POLRI, BANDUNG – Gerakan Koperasi Indonesia dilingkungan pemuda yang dimotori induk koperasi pemuda yaitu KOPINDO sebagai entitas dari BKPK DEKOPIN bergandeng tangan dengan Dewan Pemerhati Kehutanan dan Lingkungan Tatar Sunda (DPKLTS) dan MyUKM ikut berpatisipasi dalam Go Green Campaign 3.0 yang diselenggarakan ICYC di bulan Juli agar sesuai dengan tema 2020 yaitu “Koperasi untuk Perubahan Iklim” guna memperingati Hari Koperasi Internasional (4 Juli 2020), dan sekaligus memperingati hari koperasi Indonesia (12 Juli 2020).
Go Green Campaign, yang dimulai pada 2018, adalah inisiatif dari International Cooperative Alliance Asia dan Pacific Committee on Youth Cooperation (ICYC), untuk menghubungkan pemuda dan SDGs (Suistanable Development Goals) dalam satu platform tunggal dan Koperasi untuk Perubahan Iklim
Berlangsung di wilayah Sukawana, Kabupaten Bandung Barat, kegiatan yang dilakukan adalah penanaman pohon yang merupakan investasi awal gerakan koperasi dalam rangka berpartisipasi dalam SDG’s, kerjasama untuk program adopsi pohon yang akan melibatkan masyarakat yang tinggal di sekitar hutan. Minggu (5/7/20).
Program adopsi pohon bisa mensejahterakan sekitar seribu keluarga yang tergantung pada lahan di wilayah hutan, sebab hutan selain memiliki nilai ekologis, juga harus bermanfaat ekonomi bagi masyarakat yang tinggal di kawasan hutan. Tujuan kegiatan ini adalah agar peruasan lahan garap dapat tumbuh lebih dari 7 Ha dimasa yang akan datang.
Dalam sambutannya, sesepuh DPKLTS, Pak Iwan Sulanjana mengingatkan bahwa gap kaderisasi pemerhati kehutanan dan lingkungan di Tatar Sunda (khususnya) sudah sangat jauh.
Karenanya, dia bersyukur acara Go Green Bandung kali ini digagas oleh generasi muda yang mempunyai semangat yang sama.Dalam pembahasan Rencana Tindak Lanjut, Bapak Wayan dari DPKLTS menyampaikan 3 usulan yaitu, lanskaping Bandung Utara, pembudidayaan lahan lanskaping dan menggiatkan transaksi jual beli produk hasil garapan petani.
Kang Pendi dari KOPINDO menyampaikan hal yang perlu diperhatikan, yaitu kehadiran koperasi dalam mewadahi proses ekonomi yang terjadi, para pekerja di lahan, para penggarap lahan dan kelengkapan alat bekerja (machinery). Supaya lebih intens, akan dibuatkan grup chatroom sebagai tempat komunikasi.
Sebagai tindak lanjut, Aldi Restu Pramanda, CEO MyUKM bersedia menyediakan platform berbasis koperasi dan memaparkan adanya fitur MyInvest guna memfasilitasi kebutuhan dana/material bagi para anggota koperasi.
“Tantangan dalam gerakan Koperasi Untuk Perubahan Iklim adalah bahwa kemajuan sistem ekonomi berbasis koperasi sangat diwaspadai para kapitalis”, ujar Raliansen Saragih, wakil Ketua Umum Dekopin. “Oleh karena itu agar gerakan bisa sukses, ini adalah saatnya kita tidak mudah dipecah belah”, pungkasnya.
(Mbranx)



