Pemalang, MP-POLRI – Mengucapkan rasa syukur atas apa yang sudah di nikmati oleh setiap individu adalah bentuk penghormatan kepada Sang Pencipta Allah SWT.

Lapangan Slarang yang berada di wilayah Desa Surajaya Kecamatan Pemalang Kabupaten Pemalang Jawa Tengah telah di laksanakan Sedekah Bumi,Sabtu (27/06/2026).

Acara di mulai sejak Pukul 07.30 WIB sampai malam hari dengan rangkaian Festival Hasil Bumi, Slametan Sedekah Bumi,Ruwat Bumi dan Pagelaran Wayang Kulit oleh Ki Dalang Carito dari Kota Tegal dengan tema “Semar Mbangun Khayangan”.

Di hadiri oleh Perangkat Desa Surajaya,Rt,Rw,Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda Pemudi dan masyarakat pada umumnya.

Mewakili Panitia Penyelenggara acara Sedekah Bumi Desa Surajaya sekaligus sebagai Perangkat Desa Surajaya Kadus Budiningsih menjelaskan kepada awak Media Purna Polri “Kegiatan hari ini adalah Sedekah Bumi di Dusun Selarang, yang dimulai Pukul 08.00 WIB dengan agenda arak-arakan gunungan mengelilingi wilayah RW 07 dan kembali ke lapangan”,ucapnya.

“Untuk peserta melibatkan seluruh masyarakat Dusun Slarang (RW 06 dan RW 07). Anggaran kegiatan berasal dari swadaya murni partisipasi warga dengan estimasi biaya sekitar Rp 60 juta untuk kebutuhan operasional dan konsumsi”,terangnya.

“Acara dilakukan di Tiga lokasi diawali di Dusun Surajaya, kedua di Dusun Slarang (saat ini) dan akan dilanjutkan di Dusun Kemamang pada Tanggal 4 Juli mendatang”.

Sementara Babinkamtibmas Desa Surajaya, Polsek Pemalang, Polres Pemalang Aipda Syafii menjelaskan “Pengamanan arak-arakan dari Kedung Santri menuju Dusun Slarang berjalan lancar, aman, dan tertib tanpa kendala lalu lintas”,terangnya.

Senada dengan Waryani selaku perwakilan warga berharap “Tradisi ini terus dilaksanakan setiap tahun dengan dukungan dan kerja sama dari pihak terkait seperti Babinsa dan Kepolisian”,harapnya.

Kegiatan berskala besar ini berhasil terlaksana sepenuhnya melalui dana swadaya masyarakat tanpa bergantung pada bantuan eksternal formal.

Sedekah Bumi merupakan tradisi tahunan yang dijaga keberlangsungannya secara bergilir di berbagai dusun di wilayah Surajaya.

Meskipun melibatkan massa yang besar dan arak-arakan, anggaran ditekan di bawah Rp100 juta (sekitar Rp60 juta) melalui efisiensi swadaya warga.

Terdapat perbedaan waktu pelaksanaan antar dusun (Surajaya, Slarang, dan Kemamang) namun tetap dalam satu rangkaian tradisi besar di wilayah tersebut.

(AD1)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini