Kab. Bandung, MP-POLRI – Pemkab Bandung dan Polresta Bandung memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas). Komitmen itu ditegaskan Bupati Bandung Dadang Supriatna yang akrab disapa KDS saat menerima Kapolresta Bandung Kombes Pol Tri Suhartanto beserta jajaran dalam forum Forkopimda di Rumah Dinas Bupati, Senin (05/10/2026).

KDS menyambut hangat Kapolresta baru dan menegaskan kesiapan Pemkab berkolaborasi penuh, termasuk dengan jajaran Kapolsek di seluruh wilayah.

“Saya siap untuk terus berkolaborasi dengan Kapolresta Bandung dan juga jajaran, termasuk para Kapolsek,” ujar KDS.

Ia juga mengapresiasi kinerja pendahulunya, Kombes Pol Aldi Subartono yang dinilai berhasil menurunkan angka kriminalitas di Kabupaten Bandung.

“Alhamdulillah angka kriminal di Kabupaten Bandung menurun. Saya tepuk tangan untuk Kapolres,” katanya.

KDS memaparkan, Kabupaten Bandung memiliki luas 176.000 hektare dengan jumlah penduduk 3,9 juta jiwa berdasarkan data BPS. Dengan topografi di ketinggian 1.800 mdpl dan kemiringan lahan 0,8, sejumlah wilayah seperti Kertasari dan Pangalengan rawan bencana longsor.

“Memang ada daerah-daerah yang rawan, termasuk daerah longsor. Mudah-mudahan Pak Kapolresta bisa membantu Pemkab Bandung semakin aman dan kondusif,” ujarnya.

Lebih tegas, KDS menyatakan sepakat dengan alim ulama, MUI dan ormas Islam untuk memberantas peredaran narkoba di Kabupaten Bandung. Ia juga menyoroti peredaran miras oplosan di wilayah Cicalengka yang harus ditindak.

“Perlu ada langkah-langkah. Narkoba dibabat di Kabupaten Bandung ini saya sepakat,” tegas KDS.

Sementara itu, Kapolresta Bandung Kombes Pol Tri Suhartanto memperkenalkan konsep kerjanya yakni JAWARA: Jaga Amanah, Wibawa, Ada, Ramah dan Akhlak. Konsep yang ia bawa sejak bertugas di Polres Cimahi.

“Bagi saya, pengungkapan kasus atau penegakan hukum adalah bukti ketidakberhasilan Harkamtibmas. Maka yang kita kedepankan adalah bagaimana menjaga Harkamtibmas di wilayah Kabupaten,” ujar Tri.

Ia menekankan, menjaga keamanan tidak bisa dilakukan sendiri dan membutuhkan kerja sama seluruh stakeholder.

“Ini tidak bisa bekerja sendiri, tentu saja harus kerja sama yang baik antar stakeholder,” pungkasnya.

KDS berharap soliditas Forkopimda bersama Dandim, Danlanud, Kajari dan jajaran pengadilan semakin kuat. Rapat Forkopimda rutin digelar nonformal sebulan sekali sambil ngopi santai untuk menjaga kondusivitas daerah.

[Jurnalis: Robinson]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini