
Rejang Lebong, MP-POLRI — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rejang Lebong atau RSUD Curup mulai mempersiapkan pembangunan fasilitas Pediatric Intensive Care Unit (PICU) dan Neonatal Intensive Care Unit (NICU) melalui dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK) pemerintah pusat sebesar Rp 2,8 miliar.
Pembangunan fasilitas tersebut ditujukan untuk memperkuat pelayanan intensif bagi bayi baru lahir dan anak dalam kondisi kritis, khususnya masyarakat di Kabupaten Rejang Lebong dan wilayah sekitarnya.
Plt. Direktur RSUD Rejang Lebong, Nova Friska Elianti, M.Kes., mengatakan pembangunan PICU dan NICU tidak hanya berkaitan dengan penambahan ruang perawatan, tetapi juga harus memenuhi ketentuan keselamatan pasien serta standar pelayanan intensif sesuai regulasi yang berlaku.
Menurut Nova, tahapan saat ini masih berada pada proses perencanaan teknis. Perencanaan tersebut mencakup kesiapan bangunan, sistem pendukung hingga kebutuhan peralatan medis yang akan digunakan dalam pelayanan.
“Fasilitas ini bukan hanya menambah ruangan, tetapi harus benar-benar memenuhi standar pelayanan intensif sesuai regulasi yang berlaku,” tegas Nova.
Fokus Tangani Bayi dan Anak Kondisi Kritis
Fasilitas NICU nantinya diperuntukkan bagi bayi baru lahir yang membutuhkan perawatan intensif, termasuk bayi prematur maupun bayi dengan kondisi medis tertentu.
Sementara itu, PICU akan digunakan untuk menangani pasien anak dalam kondisi kritis yang membutuhkan pemantauan secara ketat serta dukungan peralatan medis khusus.
Selama ini, pasien bayi dan anak dari Rejang Lebong maupun wilayah sekitar yang membutuhkan perawatan intensif masih harus dirujuk ke rumah sakit dengan fasilitas yang lebih lengkap, termasuk di Kota Bengkulu.
Dengan tersedianya PICU dan NICU di RSUD Curup, proses penanganan pasien diharapkan dapat dilakukan lebih cepat sehingga kebutuhan rujukan ke luar daerah dapat ditekan sesuai kondisi dan kemampuan pelayanan rumah sakit.
Mutu Bangunan dan Peralatan Jadi Prioritas
Nova menegaskan, keterbatasan waktu pelaksanaan dalam tahun anggaran 2026 tidak boleh mengurangi kualitas pembangunan.
“Meski waktu pengerjaan relatif terbatas, pihak rumah sakit memastikan kualitas bangunan serta instalasi peralatan medis tetap menjadi prioritas utama,” ujarnya.
Dengan dukungan DAK sebesar Rp2,8 miliar, pembangunan tersebut mencakup ruang perawatan khusus, sarana pendukung, serta instalasi peralatan medis yang disesuaikan dengan standar Kementerian Kesehatan.
Apabila pembangunan dan pemenuhan sarana pendukung berjalan sesuai target, keberadaan PICU dan NICU di RSUD Curup akan menambah kapasitas pelayanan intensif bagi bayi dan anak di Rejang Lebong serta daerah sekitarnya.
(Fds)



