
Rejang Lebong, MP-POLRI – (04/06/2026) Tim verifikator dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melakukan kunjungan dan verifikasi terhadap keberadaan Pencak Silat Rejang Pat Petulai di Sekretariat Perguruan Pencak Silat Rejang Pat Petulai, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Curup Timur, Kabupaten Rejang Lebong, Kamis (04/06/2026).
Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari proses penelusuran dan verifikasi Warisan Budaya Takbenda (WBTB) untuk memastikan keberadaan, keaslian, sejarah, serta kesinambungan tradisi Pencak Silat Rejang Pat Petulai yang masih hidup dan diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Rejang.
Tim verifikator terdiri dari Dr. Sastri Sunarti, M.Hum dari BRIN, Nungki Kusumastuti dari Institut Kesenian Jakarta, serta Della dan Putri dari Direktorat Warisan Budaya Kementerian Kebudayaan RI. Turut hadir Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Rejang Lebong Zakaria Efendi, M.Pd, Plt Kabid Kebudayaan Rizal Fahlepi, S.Sos, tokoh adat, budayawan, serta para sesepuh perguruan silat Rejang.
Dalam sesi verifikasi, sejumlah narasumber memaparkan sejarah dan perkembangan Pencak Silat Rejang, di antaranya Suardin dari Singa Berantai, Solihin dan Fathul Arifin dari Seterlat, Mahyudin dari Serikat Abang, serta Erfendi dari Silat Harimau.
Berdasarkan keterangan para narasumber, Pencak Silat Rejang telah dikenal sejak masa Empat Ajai atau Empat Majei dan menjadi bagian dari tradisi masyarakat Rejang yang diwariskan lintas generasi. Pemaparan tersebut menjadi salah satu bahan kajian tim verifikator dalam mendokumentasikan sejarah dan perkembangan seni bela diri tradisional tersebut.
Ketua Umum sekaligus Guru Besar Pencak Silat Rejang Pat Petulai, Aminudin, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap pelestarian budaya daerah. Menurutnya, Pencak Silat Rejang tidak hanya berfungsi sebagai seni bela diri, tetapi juga mengandung nilai-nilai adat, etika, persaudaraan, dan filosofi kehidupan masyarakat Rejang.
“Kami berharap upaya pelestarian ini dapat memperkuat keberadaan Pencak Silat Rejang sebagai identitas budaya masyarakat Rejang sekaligus diwariskan kepada generasi mendatang,” ujarnya.
Kegiatan verifikasi berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan menjadi langkah penting dalam pendokumentasian serta penguatan eksistensi Pencak Silat Rejang Pat Petulai sebagai salah satu warisan budaya yang terus hidup dan berkembang di tengah masyarakat.
(Fds)



