
Pemalang,MP-POLRI – Pembagian bansos berupa beras dan minyak sayur sangatlah membantu bagi masyarakat termasuk para lansia yang berada di wilayah Kabupaten Pemalang,Selasa (02/06/2026).
Di saat ada seseorang warga yang memenuhi undangan dari Desa Sidorejo Kecamatan Comal Kabupaten Pemalang Jawa Tengah untuk mengambil beras 20 Kilogram dan minyak sayur bermerk Minyakita 4 liter atas nama seorang lansia dan yang bersangkutan datang mewakili karena selaku anaknya.
Namun tiba-tiba tanpa ada hujan dan angin secara lantang di depan masyarakat yang hadir maupun perangkat Desa Sidorejo, oknum kader yang bertugas memphoto bagi masyarakat yang ingin mengambil bansos mengatakan, “Bojone wartawan,bojone wartawan,angger ora oleh gawat (istrinya wartawan, istrinya wartawan,kalau tidak di kasih atau tidak dapat gawat).
Sindiran serta nyinyiran yang di lontarkan oleh oknum kader tersebut pun di jawab “opo seh wartawan,,wartawan geger (apa sih,wartawan, wartawan,jangan berisik)”, jawabnya.
Dari kejadian tersebut akhirnya Adi dari Media Purna Polri (suami) mendatangi kediaman Bu Kadus 6 Nurul mencoba untuk mengklarifikasi apa benar ada ucapan yang tidak pantas dari seorang kader karena sudah menyudutkan membuly dan menyinyir salah satu profesi wartawan atau jurnalis tanpa alasan yang jelas bahkan terkesan tidak suka dengan profesi wartawan di wilayah Kabupaten Pemalang.
Dari pertemuan dengan Kadus tersebut membenarkan,”Bahwa memang ada kegiatan pembagian beras dan minyak sayur di Balai Desa Sidorejo dari Pukul 8.00 WIB sampai selesai”, terangnya.
Beliaupun menyampaikan, “Memang tadi juga ada kader yang mengatakan ucapan kurang etis di depan masyarakat dan perangkat desa kepada istri saudara”,tuturnya.
Hasil pertemuan dengan Kadus 6 akan di agendakan pertemuan pada besok Hari Rabu Tanggal 3 Juni 2026 di Balai Desa Sidorejo Pukul 12.00 WIB.
“Saya tegaskan yang bersangkutan hanya mengambil beras dan minyak sayur atas nama orangtuanya yang lansia jadi bukan untuk pribadi”,terang adi.
“Besok hari Rabu di Balai Desa Sidorejo,saya akan meminta pertanggungjawaban atas ucapan seorang kader yang sudah menyudutkan membuly dan menyinyir profesi kami selaku media di wilayah Kabupaten Pemalang”,tegasnya.
(AD1)



