
Rejang Lebong,Bengkulu, MP-POLRI – Fenomena salah sasaran bantuan sosial kembali disorot. Di lapangan, warga dengan kondisi ekonomi cukup masih menerima bansos, sementara keluarga miskin yang benar-benar membutuhkan justru tidak terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial,sabtu(23/5).
Korban utama adalah keluarga miskin dan rentan miskin di desa/kelurahan yang tidak masuk DTKS. Di sisi lain, nama-nama yang sudah “mampu” berdasarkan data terbaru masih bertahan di daftar penerima.
Masalah ini terjadi di berbagai daerah, mulai dari tingkat desa hingga kabupaten/kota. Validasi data dilakukan oleh perangkat desa melalui musyawarah, namun hasilnya sering tidak sesuai kondisi riil.
Kasus ini muncul setiap kali ada pemadanan dan pembaruan data DTKS yang dilakukan Kemensos setiap 3 bulan. Keluhan warga biasanya memuncak saat pencairan bansos berlangsung.
Salah satu warga yang tidak mau disebutnya nama melalui pesan whatsAAP mengatakan:
Alhamdulillah nyo selamo diam di negara Indonesia ni mang belum pernah Samo sekali dapat bantuan apa pun,la pernah jugo dulu dulu tu pengajuan berkas dak jugo dapat.
Ketika dikonfirmasi kadinsos Rejang lebong pak Hambali lewat whatsAAP dan Telpon mengatakan:
“Bagi masyarakat kita yng belum
dapat mhon bantuan nya utk
minta poto kan ktp n kk nya
senin kita check di aplikasi check
bansos.
Warga berharaf proses pendataan dan verifikasi penerima Bansos dapat dilakukan lebih akurat agar bantuan benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan.
(Fds)



