
Bekasi, Jawa Barat_MP-POLRI – Skandal dugaan pungutan liar (pungli) berkedok retribusi sampah di UPTD Wilayah IV Pasar Baru Cikarang akan dibongkar Asosiasi Pedagang Pasar Cikarang (ASPEC). UPTD dituding sengaja tutup mata dan membiarkan praktik ini menggerogoti pedagang kecil.
Ketua ASPEC, Sulaiman, dengan tegas menyatakan akan membongkar dugaan skandal tersebut. “Ini bukan sekadar pungli eceran. Ini skandal kejahatan terstruktur, sistematis, dan diduga kuat melibatkan jaringan di tubuh UPTD Pasar Baru Cikarang,” tegas Sulaiman, Senin (15/04/2026).
ASPEC mengantongi bukti pungutan Rp5.000 per pedagang dengan dalih retribusi sampah oleh UPTD. Ironisnya, dalam surat kesepakatan antara HIPASTAH dan BUMDES Desa Cikarang Kota, pungutan Rp5.000 itu tertulis jelas mengatasnamakan UPTD. Namun, pihak UPTD sendiri tidak menandatangani surat tersebut.
“Ada apa? Kenapa UPTD tidak berani tanda tangan kalau memang resmi? Ini yang mau kami bongkar. Jangan-jangan ada skandal besar di balik ini,” tantang Sulaiman. Ia menduga hal ini terkait regulasi Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi.
Sulaiman menyebut ASPEC sudah berulang kali bersurat ke Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja, untuk menolak relokasi PKL dan melaporkan praktik pungli di UPTD. Desakan juga masif disuarakan di media online. Namun hasilnya nihil. Pemerintah dan UPTD dinilai kompak bungkam.
“Ini skandal pembiaran. Laporan kami mandek, pelaku pungli bebas, pedagang terus diperas. UPTD diduga punya peran besar membiarkan skandal ini subur,” bebernya.
Tak mau skandal ini berlarut, ASPEC akan resmi bersurat ke BPKPD Kabupaten Bekasi menuntut audit total atas pungutan sampah Rp 5.000 yang diduga ilegal tersebut. Sulaiman juga menyoroti buruknya komunikasi UPTD yang tidak pernah melibatkan ASPEC sebagai perwakilan sah pedagang.
“UPTD main sendiri, tidak transparan. Kami dicuekin. Padahal kami yang tahu jeritan pedagang di bawah. Skandal ini harus dibuka seterang-terangnya,” pungkas Sulaiman.
Hingga berita ini ditayangkan, Kepala UPTD Wilayah IV Pasar Baru Cikarang belum memberikan klarifikasi terkait skandal yang dibongkar ASPEC.
(MP)



