Lebong, MP-POLRI  – Bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Lebong akibat curah hujan tinggi pada Minggu (05/04/2026) langsung ditangani secara cepat oleh Polres Lebong bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, dan masyarakat setempat.

Saat banjir terjadi, jajaran Polres Lebong dan Polsek segera turun ke lokasi untuk melakukan pemantauan, evakuasi warga terdampak, serta pengamanan di titik-titik rawan. Sebanyak 130 personel dikerahkan guna membantu masyarakat, khususnya di wilayah Lebong Tengah dan Lebong Utara.

Di Kecamatan Lebong Tengah, banjir merendam puluhan rumah warga, lahan pertanian, serta sejumlah fasilitas umum. Bahkan, satu jembatan di Desa Tanjung Bungai II dilaporkan putus akibat derasnya arus air.

Sementara itu, di Kecamatan Lebong Utara, sekitar 200 rumah warga terdampak dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter. Kondisi tersebut mengakibatkan terganggunya aktivitas masyarakat serta akses transportasi di wilayah tersebut.

Dalam penanganan bencana, Polres Lebong bersinergi bersama BPBD, TNI, dan masyarakat untuk melakukan evakuasi, pendataan warga terdampak, serta pembersihan lingkungan pascabanjir. Kehadiran personel di lapangan juga bertujuan memastikan situasi tetap aman dan kondusif.

Selain banjir, bencana tanah longsor juga terjadi di Kecamatan Pinang Belapis dan Uram Jaya. Material longsor sempat menutup badan jalan dan mengganggu arus lalu lintas. Namun, berkat kerja sama tim gabungan dan masyarakat, material longsor berhasil dibersihkan sehingga akses jalan kembali normal.

Kapolres Lebong, Agoeng Ramadhani, menegaskan pihaknya akan terus hadir dalam setiap penanganan bencana.

“Kami bersama instansi terkait dan masyarakat terus bekerja sama dalam penanganan bencana ini. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem serta segera melapor apabila terjadi keadaan darurat,” ujarnya.

Hingga saat ini, kondisi banjir di beberapa wilayah dilaporkan mulai berangsur surut. Meski demikian, personel Polres Lebong bersama tim gabungan masih tetap bersiaga guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana susulan.

(Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini