
Rejang Lebong, MP-POLRI – Pihak Politeknik Rafflesia membantah pemberitaan di Medsos curup kito yang menyebut adanya pemaksaan terhadap mahasiswa serta dugaan pengumpulan dana dalam pelaksanaan kegiatan Direktur Cup Politeknik Rafflesia 2026 yang digelar di GOR Curup.
Pemberitaan sebelumnya menyebut mahasiswa diwajibkan mengikuti maupun menonton perlombaan olahraga dengan ancaman denda dan penghentian beasiswa. Menanggapi hal tersebut, pihak kampus menegaskan bahwa informasi tersebut tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
Perwakilan Politeknik Rafflesia menyampaikan bahwa kegiatan Direktur Cup merupakan agenda kemahasiswaan yang bertujuan mempererat solidaritas serta menumbuhkan sportivitas antar mahasiswa. Keikutsertaan mahasiswa dalam kegiatan tersebut bersifat sukarela dan tidak disertai paksaan dalam bentuk apa pun.
“Tidak ada kebijakan kampus yang mewajibkan mahasiswa mengikuti atau menonton lomba, apalagi dengan sanksi denda maupun ancaman penghentian beasiswa,” ujar perwakilan kampus, Jum’at (06/02/2026).
Beasiswa yang diterima mahasiswa, baik dari Pemerintah maupun pihak lain, tetap mengacu pada ketentuan resmi dan persyaratan akademik yang berlaku. Kampus menegaskan tidak pernah mengaitkan program beasiswa dengan kegiatan olahraga atau kehadiran mahasiswa di lokasi perlombaan.
Salah satu mahasiswa Politeknik Rafflesia juga membantah isu yang beredar. Ia menyebut informasi tersebut merupakan kesalahpahaman dan tidak pernah merasakan adanya pemaksaan dari pihak dosen maupun panitia kegiatan.
Pihak Politeknik Rafflesia berharap masyarakat dan media dapat menyikapi informasi secara berimbang serta mengedepankan konfirmasi agar tidak menimbulkan persepsi keliru yang dapat merugikan institusi maupun individu terkait.
(Fds)



