
Rejang Lebong, MP-POLRI – Program revitalisasi sekolah di SD Negeri 170 Rejang Lebong, Desa Air Pikat, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, menjadi sorotan publik. Proyek yang menghabiskan anggaran negara sebesar Rp911 juta itu diduga belum dituntaskan sepenuhnya, meskipun kegiatan belajar mengajar akan segera dimulai, Minggu (04/01/2025).
Berdasarkan pantauan di lapangan, sisa pekerjaan proyek masih terlihat jelas.Pecahan keramik berserakan di lingkungan sekolah, sampah material bangunan belum dibersihkan, serta kondisi halaman dan ruang sekolah dinilai tidak aman bagi siswa.
Ironisnya, kondisi tersebut terjadi menjelang masuk sekolah, sehingga memicu kekhawatiran para orang tua murid terhadap keselamatan anak-anak saat mengikuti proses belajar mengajar.
SDN 170 Rejang Lebong sebelumnya dipimpin oleh Ramalah Syuib, S.Pd.Namun berdasarkan informasi yang dihimpun, kepala sekolah tersebut telah pindah tugas,sementara hasil revitalisasi sekolah masih menyisakan sejumlah persoalan.
Seorang warga Desa Air Pikat yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaannya terhadap kondisi sekolah.
“Anak-anak besok mau sekolah, tapi pecahan keramik masih ada, sampah berserakan. Sekolah seperti kandang sapi,” ujarnya.
Keluhan serupa juga disampaikan orang tua siswa yang mempertanyakan efektivitas penggunaan anggaran revitalisasi tersebut.
“Anggarannya hampir satu miliar rupiah, tapi sekolah masih seperti ini. Anak-anak yang jadi korban,” kata salah satu orang tua murid.
Dengan nilai anggaran mencapai Rp911 juta, proyek revitalisasi sekolah semestinya menghasilkan fasilitas pendidikan yang aman, bersih, dan layak. Namun fakta di lapangan justru memunculkan dugaan lemahnya pengawasan dan pengendalian mutu pekerjaan.
Ketika dikonfirmasi plt Kadisbud Rejang lebong lewat WhatsApp Anisah mengatakan: kemarin sudah di instruksikan untuk pembersihan lokasi kerja di sekolah sebelum anak2 masuk perdana..info bidang SD hari ini 🙏.
(fds)



