
Bandung, MP-POLRI – Dalam upaya merespons rentetan bencana alam yang melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Forum Komunikasi Keluarga Besar Pencinta Alam Bandung Raya (FK KBPA BR) beserta jejaringnya menerjunkan tim relawan dengan pendekatan yang berbeda. Tidak sekadar menyalurkan bantuan logistik, FK KBPA BR mengadopsi filosofi Community Development legendaris “The Credo of Rural Reconstruction” dari Dr. Y.C. James Yen untuk membangun kemandirian penyintas bencana.
Berbeda dengan pola bantuan konvensional yang sering kali menciptakan ketergantungan, misi kemanusiaan FK KBPA BR menitikberatkan pada prinsip “Not relief, but release” (Bukan sekadar bantuan, tetapi pembebasan potensi).
Menghapus Jarak, Membangun Kepercayaan
Sesuai dengan baris awal kredo, “Go to the people, live with them” (Datangilah mereka, hiduplah bersama mereka), para relawan FK KBPA BR tidak menempatkan diri sebagai “penolong” yang berjarak. Tim di lapangan membaur sepenuhnya, tinggal di tenda pengungsian, dan merasakan dinamika kehidupan masyarakat terdampak. Pendekatan egaliter ini dilakukan untuk memetakan kebutuhan riil yang sering luput dari kacamata survei cepat.
Memanfaatkan Aset Lokal
Dalam fase pemulihan fisik dan psikososial, tim menerapkan prinsip “Start with what they know, build on what they have” (Mulailah dengan apa yang mereka tahu, bangun kembali dari apa yang mereka punya).
Kang Caca, selaku perwakilan FK KBPA BR menjelaskan, “Kami tidak datang membawa solusi instan dari luar yang asing bagi warga. Sebaliknya, kami menggunakan keahlian navigasi dan survival kami untuk membantu warga menemukan kembali potensi lokal mereka yang tersisa pascabencana. Baik itu sumber air, material bangunan lokal, hingga kearifan lokal dalam gotong royong.”
Target Akhir: Kemandirian Masyarakat
Tujuan utama dari misi ini bukan publisitas lembaga, melainkan keberdayaan masyarakat (empowerment). FK KBPA BR berupaya menghindari mentalitas “tangan di bawah” yang kerap muncul di daerah bencana berkepanjangan.
Ketika fase pendampingan usai, FK KBPA BR berharap masyarakat tidak merasa berutang budi, melainkan merasa bangga atas kemampuan mereka sendiri untuk bangkit. Hal ini selaras dengan penutup kredo Dr. James Yen: “When the task is accomplished, the people all remark: We have done it ourselves” (Saat tugas selesai, masyarakat berkata: Kamilah sendiri yang mengerjakan semua ini).
“Keberhasilan terbesar kami adalah ketika kami undur diri, dan masyarakat mampu melanjutkan kehidupan tanpa kehadiran kami, serta merasa bahwa pemulihan kampung halaman mereka adalah hasil kerja keras mereka sendiri, bukan hadiah dari relawan,” tutup Teh Uut.
Langkah FK KBPA BR ini diharapkan menjadi model (pattern) penanganan bencana yang lebih humanis dan berkelanjutan di Indonesia, mengubah korban bencana menjadi subjek pembangunan yang berdaya.
Tentang FK KBPA BR
Forum Komunikasi Keluarga Besar Pencinta Alam Bandung Raya (FK KBPA BR) adalah wadah berhimpunnya organisasi dan individu pegiat alam bebas di wilayah Bandung Raya. Selain kegiatan kepecintaalaman, forum ini aktif dalam misi kemanusiaan, mitigasi bencana, dan pelestarian lingkungan hidup dengan mengedepankan semangat persaudaraan dan kemandirian.
(Regicy)



