
BEKASI – Sebuah video Direktur Utama Perumda Tirta Patriot Kota Bekasi, Ali Imam Faryadi, yang tertidur saat mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD Kota Bekasi terkait pembahasan penyertaan modal daerah, memicu gelombang kritik dan kekecewaan dari publik.
Peristiwa yang terekam dan viral tersebut dinilai bukan hanya masalah etika kerja, tetapi juga mencerminkan persoalan mendasar dalam tata kelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Kritik keras disampaikan Ketua Umum DPP LSM Pemuda Mandiri Peduli Rakyat Indonesia (PMPRI), Rohimat atau yang akrab disapa Kang Joker.
Rapat Strategis, Tapi Dirut Terlelap
Kang Joker menilai tindakan tertidur saat pembahasan anggaran yang menyangkut uang rakyat adalah bentuk kelalaian yang tidak bisa dianggap sepele.
Ia menegaskan bahwa forum penyertaan modal merupakan rapat strategis yang menentukan arah keberlanjutan BUMD serta berpotensi memengaruhi risiko kerugian daerah.
Karena itu, setiap pejabat yang hadir dituntut menunjukkan kesiapsiagaan, komitmen penuh, dan pemahaman mendalam terhadap materi yang dibahas.
PMPRI: Ini Bukan Sekadar Masalah Etika.
Menurut Kang Joker, kejadian ini membuka diskusi lebih luas mengenai integritas dan akuntabilitas pejabat publik.
“Banyak yang menilai ini kelalaian manusiawi. Namun dalam tata kelola sektor publik, terutama BUMD, tindakan tersebut mengungkap persoalan besar: integritas, akuntabilitas, kepatuhan hukum, hingga legitimasi moral,” ujarnya, Senin (24/11/2025).
Ia memaparkan tiga bentuk kegagalan integritas yang tercermin dalam insiden tersebut.
1. Kegagalan Kepatuhan; Pejabat tidak menunjukkan penghormatan pada proses pengambilan keputusan yang sah dan melibatkan fungsi pengawasan DPRD.
2. Kegagalan Moral dan Etika; Perilaku tersebut melemahkan kepercayaan publik dan bertentangan dengan profesionalisme yang seharusnya dijunjung pengelola BUMD.
3. Kegagalan Akuntabilitas; Tidak mampu menjaga fokus dalam pembahasan justifikasi penyertaan modal, rasio keuangan, proyeksi kinerja, serta risiko investasi.
Momentum Evaluasi Pejabat BUMD Bekasi
Kang Joker berharap insiden ini menjadi alarm bagi Pemerintah Kota Bekasi untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap integritas dan kinerja pejabat BUMD.
(Dons)



