SUMUR MPP – Bimbingan Teknis ( Bimtek ) BPD alias Tuha Peut Desa, se-Kabupaten Aceh Timur selama 3 hari di mulai Selasa sampai dengan Kamis tanggal 29 sampai dengan 30 Mei 2024 yang dilaksanakan di Hotel SAKA MEDAN jalan Gagak Hitam ringroad no 14 Sei Kambing B kecamatan Medan Sunggal Sumatera Utara.

Bimbingan Teknis ( Bimtek ) yang dilaksanakan oleh Lembaga (LPPMI) diduga telah melanggar aturan dan undang-undang KIP No.14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik, bimtek diduga sumber dana dari Dana Desa tahun 2024 , masing – masing peserta di bebani biaya sebesar Rp.5.000.000 per orang sedangkan biaya tersebut diduga tidak ada di anggaran tahun 2024, Satu desa masing-masing mengirim peserta sebanyak Satu orang dari 24 kecamatan dan 513 desa , yakni biaya Bimtek menghabiskan dana mencapai anggaran Rp.2.565.000.000,- (513 x Rp.5.000.000).

Sungguh sadis dalam sorotan publik kegiatan Penyuluhan yang di komandoi oleh lembaga LPPMI berhasil di duga menghamburkan Dana Desa kabupaten Aceh Timur dengan modus kegiatan bimtek menghabiskan dana miliaran rupiah, permainan oknum-oknum dinas BPMG Aceh Timur untuk memuluskan
acara bimtek tersebut, seperti .. Acara Pembukaan di buka oleh ketua APDESI Aceh timur
tutor yang seperti di jadwalundangan dari dinas Kesbangpol Aceh Timur tetapi tutor tersebut tidak hadir.

Roswita salahsatu Panitia acara, saat akan di konfirmasi mengenai bimtek yang tertutup rapi dan tidak satupun media di perbolehkan untuk meliput seakan – akan kegiatan tersebut menggunakan dana dari nenek moyangnya padahal dana tersebut diduga dari Dana Desa ( DD) tahun 2024 , memakai uang negara namun sangat di sayangkan, pihak panitia ROSWITA bersama tim panitia lain bukannya melayani konfirmasi awak media dengan baik justru mengambil kebijakan melarikan diri masuk ke dalam mobil membanting pintu dengan kerasnya terus melaju hindari kejaran wartawan untuk di konfirmasi,

Ditempat terpisah beberapa peserta yang tidak bersedia di sebut namanya saat di konfirmasi mengenai materi Bimtek Selasa (28-05-2024) sebenarnya materi yang yang di sampaikan oleh tutor itu tidak sesuai kalau wawasan kebangsaan itu pelajaran untuk anak SD pak, dan kami kecewa yang kami inginkan materi sesuai dengan tupoksi kami Tuha Peut (BPD)imbuhnya,

Lanjutnya ,Peserta yang juga menyampaikan sebenarnya gak cocok kami harus ke Medan bang cocoknya kami bimtek di Banda Aceh atau di Sabang saja mungkin itu bisa lebih baik, menurut sumber ini kami sekali berangkat bukan sedikit 513 desa 24 kecamatan kabupaten Aceh timur dan peserta di bagi dua kami di hotel saka dan sebagian di hotel Griya, bang imbuhnya,

Diminta kepada Pemerintah kabupaten Aceh Timur agar berhati-hati dan lebih waspada dengan lembaga yang mengajukan modus bimtek, karena diduga banyak lembaga Abal Abal yang telah berhasil meraup dana desa miliaran rupiah,( Syahrul Anwar)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini