Palembang,- Kapolda Sumsel Irjen Pol A.Rachmad Wibowo menerima kunjungan audiensi Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II Sumsel beserta staf, di ruang Delegasi lantai 2 Gedung utama Presisi Mapolda Sumsel Senin (8/1/2024)

Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II Sumsel Bapak Denny M. Adlan bersama Kasubag TU Bapak Tulus Raharjo, Kasi Lalin Jalan Sungai Bapak Elba Iskandar, Kasi Sarana Bapak Heri Saputra, dan Kasi Prasarana Bpk. Mifler Jhonely diterima Kapolda Sumsel sebagai Audiensi.

Dalam audiensi tersebut Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II Sumsel selain menyampaikan terima kasih, juga silahturahmi dan melaporkan hasil nataru tahun 2023 adapun beberapa hal dibahas yaitu pemantauan semua terminal di sumsel dan penyebrangan, terdapat Dermaga lokal di 16 ilir dan 7 ulu, serta jembatan timbang. Kami baru mengoprasikan jembatan yang berada di Talang Kelapa dan Kertapati. Melaporkan bahwa di terminal dan penyebrangan tidak terjadi lonjakan masih dibawah 10%, serta untuk pemantauan dari pintu masuk gerbang tol yaitu masih landai 20%, akan tetapi terjadi peningkatan pergerakan peningkatan yang cukup signifikan yaitu setelah nataru pada lonjakan ke lampung.
Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II Sumsel juga telah melakukan sosialisasi kepada pengguna jalan tol agar siap saldo, sehingga untuk mengantisipasi terjadi penumpukan kendaraan di pintu exit tol. Dari informasi waskita bahwa tol ke jambi akan dibuka untuk angkutan lebaran, hal ini perlu kita antisipasi, jangan sampai membludak dan menimbulkan kemacetan.

Terkait dengan jembatan timbang Talang Kelapa dan Kertapati, sudah operasikan bulan november 2023 Deni mengatakan kami akan melaksanakan penindakan bila ada pelanggaran setelah dibuka kami menilai pelanggarannya banyak sampai 60% dan dalam 2 hari terjadi penilangan sampai 700 tilang akan tetapi sekarang pelanggarannya sudah menurun, sepertinya pelanggar telah mempelajari sefting kita. Untuk personel di jembatan timbang kita rata-rata sebanyak 30 personel di setiap timbangan.

Diucapkan terimakasih atas dukungan dari Polres Banyuasin atas dukungannya, kami memohon dukungan ini agar terus di tingkatkan. Kami juga telah melakukan koordinasi dengan POM untuk mendapat dukungan. Di talang kelapa ada beberapa yuten yang berpotensi lakalantas, setelah berkoordinasi dengan PU ini sudah kami tutup. Kami mendapat demontrasi dari komunitas angkutan atas pembukaan jembatan timbang, saat ini kami mentolirasansi pelanggaran odol ini hanya 5%, ada 10 perusahaan yang selalu lewat dan selalu melanggar, kami mohon pendampingan terhadap perusahan pelanggar tersebut.Terkait dengan tongkang yang sempat menabrak dermaga 7 ulu kami, dari perusahaan sudah komit untuk memperbaiki seperti semula jika yang tampak hanya ornamenya yang rusak, akan tetapi kami takutkan ada struktur pondasi yang rusak. Izin transportasi perairan kami yang memberikan, intinya mereka memliki sim dan STNK dan kami akan memberikan sosialisasi terhadap sefty kapalnya seperti pelampung dan barang-barang yang dibawa. Kami juga ingin mengundang bapak Kapolda Sumsel untuk memberikan narasumber pada sosialisasi kami laksanakan dengan menghadirkan para komunitas/asosiasi pengendara. Terkait pelanggaran ODOL seperti di jawa sudah terintegrasi dengan Etle dengan aplikasi Whey in Motion, ini salah satu cara untuk menghindari kebocoran. “Ujar Denny M Adlan dalam Adiensi tersebut”

Menanggapi hal tersebut Kapolda menyatakan dalam pengamanan Naturu kita tidak terlalu banyak turun kejalan ini menjadi pembelajaran kami dalam pengamanan lebaran tahun ini dari pengamanan naratu tersebut kita tahu beberapa lokasi yang rawan terjadi kemacetan seperti Banyuasin, Tugu Polwan, dan Bayung Lincir, permasalahan kemacetan tersebut disebabkan karena adanya pasar tumpah dan volume jalan. Dirlantas agar di lakukan sosialisasi kendaraan yang dapat melintas pada pelaksanaan lebaran nanti yaitu Bapokting (bahan pokok penting), lakukan koordinasi dengan Polda Lampung dan Jambi. Tol yang Breakshit jangan sampai terjadi breakshit, nanti kita koordinasi dengan Waskita dan Hutamakarya. Untuk pelanggaran di terminal, memang supir-supir tidak mau masuk terminal, meraka maunya masuk ke terminal bayangan, hal ini menjadi tugas dari bapak Ka Balai menuntaskannya, bagaimana dapat membuat para sopir dapat masuk ke terminal dan meningkatkan pelayanan terminal. Bagaimana cara kita Emporsment terhadap pelanggar ini agar dikoordinasikan dari mana lokasi pengusahanya karena barang yang mereka bawa ini bisa saja dari Bali bahkan NTT, jangan sampai mereka sudah berangkat dari lokasi yang jauh bisa sampai ke Sumsel setelah di sini kita suruh putar balik dan ini memberatkan pihak sopir.

Terkait ada 10 perusahan yang Odol, Dirlantas agar di dekati mungkin melalui kamsel dan Binmas kita. Buat surat kepada mereka agar dapat memuat barang untuk sesuai dengan dimensi, dan terkait pelanggaran yang melibatkan instansi samping agar kepala balai dapat berkoordinasi dengan POM. Kami sarankan kepada Ka Balai untuk bersurat kepada Gubernur tentang Insident Commander. Transportasi perairan orang mudik banyak menggunakan jukung, kami butuh peta perairannya karena sering terjadi kecelakaan perairan (jukung), dan ini adalah tanggung jawab siapa. Untuk menekan pelanggaran terhadap Odol ini Emporsment kita harus kuat dan ini harus kita sepakati bersama, jika sepakat kita buat fakta integritasnya, dan kita lakukan sosiaslisi secara masif, sehingga hal ini akan menekan pelanggaran di jalan. Menjelang hari lebaran kita lakukan koordinasi kembali dilain kesempatan kami akan berkunjung dan bersilahturahmi ke Balai Trasportasi Darat Kelas II.

Sementara itu dalam audiensi Dirlantas Kombes Pol M. Pratama A , S.H., S.I.K., M.H., menanggapi hal yang di sampaikan Kapolda dan akan segera melaksanakan koordinasi dengan Balai Trasportasi Darat Kelas II membahas lajutan masalah ini.

Kabidhumas Kombes Pol Sunarto yang hadir dalam audiensi tersebut segera mencatat dan mengatensi terkait fungsi Humas serta akan membuat edukasi kepada masyarakat terkait kegiatan edukasi seperti mobilisasi kegiatan lebaran nanti. Demikian juga dengan Kombes Pol M Anis Prasetio Santoso, S.H., S.I.K Karo Ops Polda Sumsel yang akan mempersiapkan Operasi Ketupat meminta untuk Pos nya agar dapat dimaju sedikit karena ada sebagian pengendara yang melakukan Top Up di bahu jalan dan ini akan membuat kemacetan pada saat menjelang Pam Operasi Ketupat.

Selain Dihadiri Karo Ops, Dirlantas,dan Kabid Humas Polda Sumsrl audiensi ini juga dihadiri oleh Dir Polair yang diwakili oleh Wadir Polair Polda Sumsel AKBP Arif Harsono, S.I.K, M.H. Diharapkan dengan adanya Audiensi ini adalah untuk menjalin tali silatahrumi agar tetap terjaga, juga sebagai gambaran untuk menjaga harkamtibmas menjelang pengamanan Operasi Ketupat pada bulan Ramadhan dan hari Raya Idul Fitri tahun 2024 yang akan datang.(Gun/Imron)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini