MPP SUL-SEL || GOWA – Terdapat Proyek Pembangunan Saluran Drainase Di Desa Tamannyeleng, Dusun mannyioi, Kecamatan Barombong, Kabuten Gowa, Dapat di duga dalam Proses Pengerjaannya Tidak Becus ataupun dapat diduga Asal dikerjakan. Setelah Team awak media Turun kelokasi memantau Proyek tersebut, Pekerjaan yang sudah berjakan sebulan Lebih ini, Tidak sesuai dengan juklas–juknis teknis pekerjaan yang dapat membawa sebuah kesan Kerjaan asal jadi dan selesai saja.
Adapun Sumber Anggaran Proyek Pembangunan Saluran Drainase tersebut bersumber dari Anggaran dana Desa (APBN), Tahun anggaran 2023 dengan Nilai sebesar Rp.202.714.550,- (Dua Ratus Dua Juta, Tujuh Ratus Empat Belas Ribu Lima Ratus Lima Puluh Rupiah)dengan volume Panjang 323 M, Ukuran 50 X 75 cm.
Dari Hasil Pantauan Team Awak media, Dalam pelaksanaan pengerjaan di lapangan Dalam Proyek pembangunan Saluran Drainase, diduga Tidak becus Pelaksanaan pengerjaannya/ asal dikerjakan ataupun asal jadi saja. Yang dimana Team Pelaksana diduga tidak memikirkan Kualiatas hasil kerjaannya dalam jangka waktu yang panjang, agar masyarakat setempat dapat benar-benar merasakan manfaat pembangunan Proyek Saluaran Drainase tersebut. Kerjaan ini asal berjalan saja karena team awak media menemukan Keganjalan dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut, Yang dimana tidak sesuai master plannya, dalam hal ini pengerjaanya yang full hanya satau (1) sisi , dan yang satu sisinya itu ada lebih awal dan hanya di tambahkan plasteran dinding yang tidak di pasangi batu kali, langsung campuran pelesteran hanya menempel di tanah.
Salah satu Team pemantau Proyek tersebut saat di komfirmasi oleh team awak media memberikan keterangannya, ” Dalam Proyek pembangunan Saluran Drainase yang sementara berjalan hingga samapai saat sekarang ini belum kunjung juga selesai, yang terletak di dusun mannyioi, Desa Tamannyeleng, Dapat diduga dalam hal ini dikerjakan secara tidak benar, asal asalan, ataupun dikerjakan asal jadi saja. Karena didalam Gambar plannya dalam proses pelaksanaan pwngerjaanya,seharusnya di kerjakan Dua (2) Sisi secara full dan di pasangi semua batu kali kemudian di pelester, sedangkan Fakta dilapangan tidak sesuai dengan yang sebenarnya. Pasangan batu kali hanya tepasang satu sisi dan yang sebelahnya langsumg pelesteran yang menempel di tanah yang sudah di gali, jadi yang di pelester oleh pekerja hanya tanah tampa adanya batu pondasi.
Dalam hal ini warga Setempat pun memberikan Keteragannya Kepada Team awak media Dalam Proses jangka waktu Pekerjaan Drainase tersebut adalah sebagai berikut:
1. Minggu pertama memulai pekerjaan hanya dengan 1 hari kerja.
2. Minggu ke 2 hanya tiga hari kerja.
3. Minggu Ke 3 dengan enam hari kerja.
4. Minggu ke 4 hanya dua hari kerja.
5. Minggu ke 5 dengan dua hari kerja (Setengah hari 2 kali dan 1 hari satu kali ).
6. Minggu ke 6 hanya tiga Hari kerja.
Adapun dari proses Pekerjaan yang tidak becus, Dan batas waktu pun yang sudah ditentukan dalam mengerjakan proyek ini sudah lewat batas, yang dimana sesuai dengan papan proyek yang ter terah hanya satu (1) bulan, sedangkan saat sekarang ini sudah lewat satu (1) bulan leih, namun belum juga selesai hingga saat sekarang ini, dalam hal tersebut patut di Duga, Proyek Pembangunan Saluran Drainase ini tidak sesuai dengan Gambar dan RAB sehingga dapat menimbulkan kerugian negara,” jelasnya. ( ZF/IDB)


