
MEDIA PURNA POLRI, KALSEL – Komunitas Pelestari Mangrove Bakau Muara, LSM Garnut, BKSDA, dan PT. Arutmin Indonesia Senakin, secara bersamaan telah menemukan belasan ekor hewan langka jenis Lutung Dahi Putih atau nama latin nama (Prebytis Frontata), diarea kawasan kebun karet, duren milik masyarakat serta diareal Reklamasi PT. Arutmin Indonesia Tambang Senakin yang terletak di Desa Sungai Seluang Kecamatan Kelumpang Utara dan Desa Sebuli Kecamatan Kelumpang Tengah Kabupaten Kotabaru Provinsi Kalimantan Selatan.
Satwa primata endemik Kalimantan tersebut ditemukan oleh Komunitas saat melakukan inventarisasi Lutung Dahi Putih di lokasi area reklamasi PT. Arutmin Indonesia Senakin.
Kepada awak Media, Ketua Komunitas Pelestari Mangrove Bakau Muara Sarkani mengatakan, “Pada saat kami melakukan inventarisasi dari hari Rabu (15/7) kemarin sampai hari ini Jumat (17/7) dengan tujuan mencari keberadaan lutung dahi putih atau lutung yang ada cantik putih di dahinya, alhamdulilah kami sudah menemukan lutung dahi putih tersebut, “katanya.
Saat ini, keberadaan lutung dahi putih mulai punah karena habitatnya mulai terancam, banyaknya hutan yang telah beralih fungsi lahan menjadi perkebunan sawit, saat ditemukan, terlihat beberapa ekor lutung dahi putih yang sedang duduk di dahan pohon sengon.
Sarkani berharap satwa mamalia tersebut bisa tetap bertahan di hutan areal reklamasi PT. Arutmin Indonesia Senakin. Ada belasan ekor, awalnya kami mengira itu hanya lutung biasa, ternyata setelah diamati ternyata itu lutung dahi putih yang ada cantik putih di dahinya, ini menjadi kebanggaan bagi kami, “ungkapnya.
Saat ini sudah ada beberapa titik kami temukan keberadaan Lutung Dahi Putih, seperti di kebun Karet dan kebun Duren milik masyarakat di Desa Tamiang Bakung, Desa Sang-sang, dan Desa Sembilang di area Wisma Garuda Dugan Camp, serta yang terakhir di area reklamasi PT. Arutmin Indonesia Senakin, “pungkasnya.
Sementara itu, Sekretaris LSM- Garnut Kotabaru Herpani menjelaskan, “di hutan dan area perkebunan karet milik masyarakat masih sering terlihat hewan-hewan yang sudah mulai jarang ditemukan di alam liar, seperti Owa-Owa, cukakah, lutung biasa dan lainnya. Semoga sisa hutan yang ada ini bisa terus dijaga kelestariannya, apalagi di hutan tersebut banyak ditemukan hewan-hewan dilindungi, “katanya.
Penulis : Gusti Mahmuddin Noor



