
Media Purna Polri, Kepsul – Coronavirus disease atau Covid-19, merupakan penyakit infeksi jenis baru yang berasal dari Wuhan, Cina. Penyakit yang umumnya menyerang saluran pernapasan ini dapat menyebar dari manusia ke manusia dan menyebabkan risiko kesehatan masyarakat yang serius.
Indonesia, sampai tanggal 24 Maret, kasus konfirmasi positif COVID-19 sudah mencapai 579 kasus dengan angka kematian mencapai 8%.Vurus Corona atau Covid-19 merupkan permasalahan serius telah dialami di berbagai Negara di dunia, termasuk Negara Indonesia.
“untuk mari kita mendukung berbagai kebijakan pemerintah untuk menekan angka penyebaran infeksi Covid-19,”kata salah satu Petugas Gustu Covid-19 Kepulauan Sula, Maluku Utara, Srimulyati.SKM kepada media ini Minggu (29/3/ 2020).
Lanjut petugas tenaga kesehatan masayarakat Srimulyati bahwa, Virus Corona merupakan virus RNA yang memiliki kapsul dan tidak bersegmen. Virus Corona dapat menyebabkan gejala ringan, seperti demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan. Sedangkan gejala berat seperti, sesak napas pada pneumonia dan sindrom distres pernapasan akut. bahkan kematian.
“Infeksi virus Corona dapat menimbulkan manifestasi yang lebih berat pada pasien dengan imunokompromais dan kelompok tertentu, seperti usia lanjut, ibu hamil, dan pasien dengan penyakit komorbid, seperti diabetes mellitus, gagal jantung, dan hipertensii,”jelas Sri.
Sri tambahkan, Virus Corona ditransmisikan melalui droplet, masuk ke dalam saluran pernapasan atas, lalu bereplikasi di epitel saluran pernapasan. Infeksi virus Corona sudah menjadi pandemi atau wabah di seluruh belahan dunia, maka dari itu kita harus mengikuti semua himbawan pemerintah dan tetap patut terhadap protocol kesehatan.
“Penerapan Social distancing merupakan kunci penting yang dapat memutus mata rantai penularan virus corona. Tindakan ini dapat menurunkan penyebaran penyakit sehingga tidak melebihi kapasitas fasilitas kesehatan yang ada saat ini,ujar Sry.
Ia mengatakan, Social distancing yang dapat kita lakukan adalah isolasi diri, yaitu dengan berada di rumah yakni belajar, beribadah, dan bekerja dari rumah, menghindari keramaian, menjaga jarak dan tidak melakukan perjalanan ke luar kota atau negeri.
“praktik pola hidup bersih dan sehat (PHBS) perlu dilakukan untuk mencegah penyebaran virus, seperti praktik cuci tangan yang benar, etika batuk, dan penggunaan masker saat sedang sakit infeksi saluran pernapasan,tuturnya.
Srimulyati bilang, salah satu pencegahan yang sangat penting untuk menekan angka penyebaran penyakit COVID-19 adalah dengan menjaga jarak dan menghindari kerumunan/keramaian.
Pertemuan besar seperti festival musik, ibadah, perayaan adat, konferensi, dan pertemuan politik sebaiknya dibatasi bahkan ditunda. Infeksi virus Corona akan sangat mudah menular pada kegiatan-kegiatan masal tersebut, tutupnya.(isto).



