
MEDIA PURNA POLRI,KALSEL – Baru setengah malam diguyur hujan deras, sejak sekitar pukul 23.00 wita jum’at (19/06) hingga Sabtu pagi (20/06), puluhan rumah warga Rt.001 dan RT.002 Desa Selaru Kecamatan Pulau Laut Tengah Kabupaten Kotabaru terendam banjir.
Banjir tersebut merupakan banjir terparah dibanding tahun tahun sebelumnya, memang perlu perhatian khusus oleh Pemerintah Daerah Setempat, Pasalnya wilayah permukiman lebih rendah dibanding area pertambangan PT. STC (Sebuku Tanjung Coal) yang baru beraktifitas beberapa bulan lalu, sehingga akibat penggundulan hutan dan pengerukan batubara membuat air hujan tidak bisa terserap kedalam tanah, di dekat permukiman warga juga tidak jauh dari aktifitas perkebunan kelapa sawit milik PT. MSAM (Multi Sarana Agro Mandiri).
Dari pantauan Awak Media Purna Polri dilokasi banjir, banyaknya rumah warga terendam dengan ketinggian setinggi dada orang dewasa, bahkan selain itu merendam puluhan hektar sawah petani dan ruas jalan raya provinsi.
Dalam melakukan evakuasi bagi warga terutama sejumlah lansia, warga cacat dibantu oleh Tim Basarnas, TNI-POLRI, Relawan Balakar Saijaan (HBS), dan sejumlah warga sekitar.
Ketika ditemui Awak Media Purna Polri Camat Pulau Laut Tengah Hj. Melinda mengatakan, sabtu (20/06)”banjir ini memang terjadi setiap tahunnya di daerah-daerah tertentu di Kecamatan Pulau Laut Tengah apabila curah hujan deras, ini cukup merepotkan warga terdampak banjir, “ucapnya.

Untuk penanganan seperti ini, kedepannya kita siap sedia, dimana Desa-desa yang memang rawan banjir kita harus persiapkan perahu karet, dan lainnya sebagai upaya menghimbau warga agar selalu siap menghadapi banjir setiap tahunnya.
Setiap tahun apabila terjadi banjir, saya selalu meninjau langsung ke lokasi dan ini tahun ini banjir cukup dalam, kalau tahun sebelumnya hanya areal persawahan saja, “ungkapnya.
Plt. Desa Selaru Junaidi mengatakan, “banjir tahun ini karena curahan hujan cukup luar biasa, kalau korban jiwa tidak ada, hanya saja banjir ini merendam persawahan dan mengalami kerugian gagal panen, “jelasnya.
Terdampak banjir hari ini terjadi dilingkungan RT. 01 dan RT. 02 dimana kurang lebih 150 Kepala keluarga, berdasarkan pengecekan sementara bagi yang terdampak langsung ada sekitar 45 Kepala Keluarga untuk RT. 01, sedangkan untuk RT. 02 ada 54 Kepala Keluarga dengan total keseluruhan sebanyak 95 Kepala Keluarga, “tambahnya.
Tokoh masyarakat lainnya yang juga mantan Kepala Desa Selaru dihadapan wartawan, “Abdul Malik mengatakan, “kami lihat untuk curah hujan saat ini
agak luar biasa dari tadi malam, dan banjir ini terjadi paling dalam dari tahun-tahun sebelumnya, karena Desa Selaru ada terdapat 2 Perusahaan diantaranya perusahaan pertambangan silo (STC.red) dan Perusahaan MSAM Perkebunan Kelapa Sawit, yang tidak begitu jauh dari desa sekitar kurang lebih 2 sampai 3 kilometer, “katanya.
Diatas sana banyak hutan yang sudah gundul akibat perusahaan, ditambah lagi aliran sungai mulai dangkal, maka imbasnya terdampak langsung pada desa kami, sebelum adanya kedua perusahaan banjir tidak sedalam seperti terjadi pada hari ini, “tegasnya.
Penulis : Gusti Mahmuddin Noor.



