Media Purna Polri, Takalar – Kamis tanggal 27 Februari 2020 jam 14.00 Wita telah berlangsung Kegiatan sosialisasi peraturan Daerah Kabupaten Takalar No. 5 tahun 2019,” tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Kab. Takalar Nomor 3 Tahun 2015 tentang Tata Cara Pencalonan, Pemilihan, Pengangkatan,dan.Pemberhentian masa Jabatan Kepala Desa.
Kegiatan tersebut berlangsung di Warkop Lestari Jalan Poros Sampulungan Beru Kec. Galut Kab. Takalar.

Acara tersebut dihadiri oleh, Pahlawan Maulana Anggota DPRD Kab. Takalar, Kapolsek Galut yang diwakili oleh Ps. Kanit Intelkam Aipda Nur Alamsyah, Binmas Desa Sampulungan Bripka Israel dan tokoh masyarakat Galut serta dihadiri oleh warga sekitar 60 orang

Dalam sambutannya , Anggota DPRD Takalar , mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang hadir dalam acara sosialisasi tentang perubahan atas Peraturan Daerah Kab. Takalar Nomor 3 Tahun 2015 tentang Tata Cara Pencalonan, Pemilihan, Pengangkatan, Masa Jabatan dan Pemberhentian Kepala Desa”, mengapa sy mengambil materi tentang pemilihan kepala Desa tersebut karena rencana tahun ini kita di Takalar akan diadakan pemilihan Kepala Desa serentak. Dan rencana tgl 9 Maret 2020 sy akan melakukan Reses kembali tentang pemekaran Desa di Dusun Karama Desa Aeng Batu-batu Kec. Galut Kab. Takalar, karena yg paling marak di perbincangkan sekarang ini di setiap Desa bukan pemilihan Kepala Desa tapi tentang pemekaran Desa ,namun sekarang ada aturan bahwa yg ingin menjadi calon kepala desa yaitu biar bukan orang yang tinggal di Desa tersebut ,bisa tinggal diluar Desa / Desa lain yang penting orang asli Desa tersebut.

Tahun ini bapak Bupati Takalar kemungkinan besar tidak akan menunda lagi pemilihan kepala Desa tersebut.Lanjut DPRD Takalar menghimbau dan berharap kepada masyarakat agar isu pemilihan kepala Desa ini jangan menjadikan kita saling terpecah belah dan saling menyalahkan,kami merasa berkewajiban dalam menyampaikan Perda ini kepada masyarakat, khususnya Dusun Karama dan Kampungberu Desa Aeng Batu-batu, yang rencana akan mensosialisasikan pembangunan jalan nelayan di sekitar tepi pantai karena akses jalan selama ini ke Kampung beru dan Karama cuma satu jalan atau jalan buntu sehingga apabila ada acara di Dusun tersebut maka jalan pasti tertutup sehingga biasanya menjadi polemik di masyarakat.demikian ungkapnya.(chaeruddin).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini