MEDIA PURNA POLRI,NTT- Pemilik atau Direktur Finda Jaya Catering mengatakan bahwa menu makanan yang disajikan untuk Peserta Pendidikan dan Latihan (Diklat) Prajabatan Provinsi NTT Angkatan 2020 yang menginap di Aula gedung Dinas Sosial Provinsi NTT tidak higienis dan berbau.

Hal tersebut di ungkapkan oleh Foney Tally (44) pemilik sekaligus Direktur Finda Jaya Catering kepada awak media dalam jumpa pers di rumahnya, Jalan W. J. Lalamentik No. 12, Oebobo, Kota Kupang, Senin (27/1/2020).

Foney menuturkan bahwa tidak benar seperti apa yang di beritakan oleh salah satu media cetak di Kupang bahwa menu makanan yang di sajikan itu tidak higienis, berbau dan bahkan menyebabkan puluhan peserta Diklat mengalami diare.

“Berita dalam media itu tidak benar. Masakan itu kami juga makan dan tidak apa-apa. Sekarang sampelnya saya masih simpan dalam kulkas dan rencananya akan melakukan tes di BPOM,” kata Foney.

Foney melanjutkan, Dalam pemberitaan itu juga dikatakan bahwa Kapala Badan Penyembangan Sumberdaya Manusia Daerah (Kaban BPSDMD) NTT, Dr. Keron A. Petrus, SE, MA sempat memberikan teguran kepada dirinya itu juga tidak benar karena dia tidak pernah bertemu dengan Pak Kaban.

Sementara Wartawan media ini sempat mendatangi kantor BPSDMD NTT guna mengkonfirmasi Kaban, namun tidak sempat bertemu karena sedang kegiatan di luar. Akhirnya Wartawan media ini mengkonfirmasi via handphone cellularnya dan tersambung.

Kaban Petrus Keron, sapaannya menyatakan bahwa secara rinci dirinya tidak mengikuti namun hari Sabtu pagi ia mendapat informasi dari panitia bahwa ada persoalan dan dia langsung bersama Pak Kabid menuju ke lokasi di Dinas Sosial dan mengecek langsung.

“Setibanya di lokasi saya langsung tanya bagaimana situasinya dan mereka panitia menjawab bahwa memang benar seperti itu dan saya bertanya lagi bagaimana upaya kalian dan mereka menyatakan bahwa sudah mengigatkan lewat bagian jaga masak. Jadi kami ingatkan bukan kepada Ibu Foney tetapi kami ingatkan lewat karyawannya, ” ungkap Petrus.

Ketika ditanya wartawan apakah benar kejadian itu menyebabkan puluhan peserta Diklat mengalami diare. Namun Kaban Petrus Keron mengatakan bahwa dirinya tidak mendapat laporan seperti itu bahkan ketika dilapangan pun tidak ada yang mengalami diare. Ia malah bertanya balik bahwa dalam pemberitaan itu siapa yang memberikan statement itu.

Sementara itu wartawan media ini juga sempat mengkonfirmasi ketua panitia sekaligus Kabid Pengembangan Kompetensi Manajerial Pemerintahan dan Sosial Kultural, Antonius Bala Deket, SE, MM.

Antonius mengungkapkan bahwa benar ada laporan dari anggota pantia kalau ada lauk berupa daging ayam yang di sajikan pada Jum’at malam tidak higienis sehingga esokan harinya dia besama Pak Kaban langsung meninjau penginapan peserta di Dinas Sosial dan langsung melakukan teguran kepada karyawan dari Finda Jaya Catering untuk segera menggantikan menu masakan itu.

“Jadi untuk kejadian hari Jum’at sudah selesai. Kemudian menurut wartawan VN ketiga mengkonfimasi saya bahwa di hari minggu juga ada kejadian yang sama lalu saya sampaikan bahwa kami belum melakukan pengecekan,” ujar Antonius.

Lebih lanjut Antonius, ketika dirinya mendapat informasi dari wartawan VN dan dia langsung mengecek ke lokasi kemudian hasilnya ternyata apa yang disampaikan oleh wartawan VN ternyata tidak semua makanan itu rusak. Sehingga dirinya langsung menghubungi wartawan VN dan mengampaikan bahwa masalah makan dan minum itu masalah rasa sehingga mungkin pada waktu itu ada peserta yang moodnya kurang bagus. Buktinya semua makan yang di sajikan dimakan habis oleh peserta.

“Jadi terkait dengan informasi dari wartawan VN tentang adanya makanan yang rusak itu tidak ada dan terkait juga dengan puluhan peserta yang mengalami diare akibat mengkonsumsi makanan tersebut pun tidak ada,Pungkas Antonius.

(Tim MPP NTT)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini