Media Purna Polri, Jakarta – Perkara pembobolan bank dengan nilai fantastis mencapai Rp 14 triliun sudah berakhir dengan di Vonisnya Terdakwa Leo Candra Selaku President Komisaris dan juga pemegang Saham PT SNP dan PT CPM atas laporan bank Panin di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Rabu (08/01/2020).

Desbenneri Sinaga SH, MH selaku ketua majelis hakim membacakan amar putusan atas Terdakwa Leo Candra.

” Terdakwa Leo Candra atas dakwaan alternatif ke 2 pasal 8 tahun 2010 tentang tppu tidak terbukti secara sah dan meyakinkan karena uang hasil pinjaman bank di pergunakan untuk pembayaran Gaji karyawan dan atas dakwaan tersebut terdakwa di bebaskan atas dakwaannya, Terdakwa Leo candra di hukum 3 tahun penjara karena terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan penipuan yang berkelanjutan, Semua barang bukti di kembalikan ke Jaksa Penuntut Umum untuk perkara lain, Terdakwa di tahan di rumah tahanan negara dan membayar uang perkara.”

Pada sidang sebelumnya Tambunan SH selaku Jaksa Penuntut Umum menuntut Terdakwa selama 12 tahun penjara karena terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 8 tahun 2010 tentang TPPU dan Pasal Penipuan.

Usai sidang pembacaan putusan Jaksa penganti saat di temui rekan media tidak mau memberikan keterangan atas putusan Majelis Hakim ” Kami nyatakan Banding dan sudah kami tanda tangan surat Bandingnya”.

Kasus ini terungkap dari laporan bank Panin. Dari hasil penyelidikan pengurus PT SNP Finance mengajukan kredit modal kerja dan fasilitas kredit rekening koran kepada bank Panin periode Mei 2016 hingga September 2017, dengan platform yang diberikan kepada debitur sebesar Rp 425 miliar.

Dana itu didapatkan dengan jaminan piutang kepada konsumen dari Colombia milik PT Citra Prima Mandiri (CPM). Colombia adalah toko penjual perabotan rumah tangga secara kredit,”.

“Uang yang diajukan dan dicairkan oleh PT SNP Finance seharusnya dibayarkan kepada pihak Colombia sesuai daftar piutang yang dilampirkan saat permohonan pencairan kredit. Akan tetapi, karena piutangnya fiktif, sehingga fasilitas kredit tersebut dipergunakan untuk keperluan para pemegang saham dan group perusahaan,”.

“Pengurus perusahaan PT SNP Finance itu membuat piutang fiktif kepada 14 bank dengan jaminan dokumen fiktif berupa data konsumen Colombia,”.

Pada Mei 2018, status kredit tersebut macet senilai Rp 141 miliar dengan jaminan yang diagunkan berupa daftar piutang pembiayaan konsumen PT SNP Finance. Namun ternyata lanjut dia, agunan tersebut fiktif, tidak bisa dilakukan penagihan.

Dari para tersangka, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa fotokopi dokumen perjanjian kredit antara bank Panin dengan PT SNP Finance, fotokopi dokumen jaminan fidusia piutang yang dijaminkan kepada bank Panin, dan fotokopi laporan keuangan in house periode 2016 – 2017 PT SNP.

Ada 14 bank swasta dan bank pemerintah yang terdiri dari Bank Mandiri, Bank BCA, Bank Panin, Bank Jtrust, Bank Resona Perdania, Bank Nusantara Parahianyan, Bank Victoria, Bank Ganesha, Bank NOBU, Bank SAUDARA, Bank JabarBanten, Bank China Trust, Bank Sinarmas dan Bank Cavital yang diduga tertipu dengan total kerugian yang diakibatkan mencapai Rp 14 triliun.(Monty)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini