MEDIA PURNA POLRI,KEPSUL- Proyek pembangunan jalan penghubung tiga Desa di Kecamatan Mangoli Timur, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), Maluku Utara, yang dianggarkan senilai Rp 5.930.993.000,00 bersumber dari APBD 2016, diduga mangkrak. Kenapa tidak, Proyek jalan lapen sepanjang 12 kilo meter (km) itu hanya diaspal 7 km. Sedangkan 5 km lainnya diduga tidak diselesaikan hingga saat ini.
Berdasarkan data yang dikantongi media ini Senin (25/6/2019), menyebutkan, Proyek pembangunan jalan yang dikerjakan PT. Marimoi Alam selaku pemenang tender hanya mengaspal 7 km Lapen Waitina-Naflo. Sedangkan 5 km nya dari Naflo ke Desa Kou hanya di dibangun sirtu. Proyek sepanjang 12 km dengan anggaran Rp 5.930.993.000,00 tidak diselesaikan sejak 2016 hingga saat ini.
Terpisah, Kepala Bidang Bina Marga, Dinas PUPR Isnain Masuku mengatakan, pihaknya tidak mengetahui kronologis permasalah Proyek jalan Lapen sepanjang 12 kilo meter (km) yang hanya dibangun setengah aspal setengah sirtu, karena pihaknya baru menjabat di Bidang Bina Marga baru 2017 lalu, Katanya.
“Ini saya bicara secara tehnik, kemungkinan volume untuk pekerjaan hotmis itu dia mungkuin sudah cukup sampe disitu (Waitina-Naflo), agar supaya tidak membengkak dilapen saja maka sisa volume itu mereka (kontraktor red) lanjutkan dengan sirtu (Naflo-Kou) karena saya tidak mengetahui secara jelas masalah itu, yang pasti semua akan diselesaikan dalam tahun anggaran 2019-2020” Jelas Isnain.
Dia menejelaskan, Program Pemda untuk di 2019-20120, semua jalan dari Desa Capalulu sampai Desa Kawata sudah selesai hotmix. Sebab, tidak mungkin Dinas terkait hanya hotmix jalan sampai di Desa Waitina lalu stop sampai disitu, itu sangat tidak mungkin.
Oleh karenanya, siapapun dia yang menjadi Kabid Bina Marga pasti akan selesaikan program yang sudah ada dalam usulan tersebut, Tutur Kabid Bina Marga Kepsul Isnain Masuku.(Isto)



