MEDIA PURNA POLRI,BEKASI – Majelis agama Buddha Tridharma Indonesia wilayah provinsi Jawa Barat lakukan tradisi Fang Sheng bersama AMPHIBI Bekasi Bojong Menteng (BoMen) lepas ikan lele dan belut sebanyak 550 kilo di wisata air Situ Rawa Gede , Minggu (17/03/2018).

Tradisi Fang Sheng sendiri sangat erat kaitannya dengan ajaran agama Buddha Mahayana Tiongkok. Fang berarti melepaskan, sedangkan Sheng berarti makhluk hidup , yang berarti melepaskan makhluk hidup.

Ada makna tersirat di balik ritual melepas makhluk hidup ke alam bebas ini, yaitu salah satu nya sebagai pelimpahan jasa bagi sanak keluarga untuk mendoakan arwah dengan tradisi Fang Sheng ini dan pahala nya untuk almarhum.

Selain itu salah satu nya dari tradisi Fang Sheng ini adalah dengan melepaskan mahluk hidup ke habitatnya ikut dapat melestarikan lingkungan hidup di Situ Rawa Gede khusus nya.

“Kita sebagi umat beragama harus saling menyayangi sesama mahluk hidup dan inti dari tradisi ini kita yang melakukan nya dapat melepas kekotoran batin yaitu lobha , dosa dan moha , Pungkas Upalla Nanda Sutdja.

Upalla Nanda Sutdja yang mewakili ketua penyelengara acara dokter Untung Darmawan juga mengatakan karena manusia tidak lepas dari kehilapan kesalahan baik di sengaja atau pun tidak di sengaja justru melambangkan hewan yang kita lepas ini dapat terbebas dari segala gala nya kita pun sama manusia pingin nya bebas tidak terbelenggu.

“Kami sangat senang sekali dapat membantu dan memfasilitasi acara tradisi Fang Sheng ini dengan mengunakan perahu yang kami buat , Pungkas ketua AMPHIBI Bekasi BoMen Krisdayadi.

“Semoga dengan acara tradisi ini yang di lakukan majelis agama Buddha Tridharma Indonesia Wilayah jawa barat mereka mendapatkan apa yang mereka harapkan dan semoga lingkungan hidup Situ Rawa Gede kedepan nya menjadi lebih baik lagi , Pungkas Krisdayadi.

(Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini