MEDIA PURNA POLRI,KALTENG- Warga keluhkan system pengaliran air yang selama ini macet alias mandek tidak jalan lagi dari Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) yang ada unit cabang UPTD di Desa Penda Asem Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan, hal ini di sampaikan oleh saudara MIDO LADI selaku warga Desa Penda, kepada wartawan media purna polri ( 9/3/219 ).
Midoladi, menerangkan sudah hampir dua tahunan PDAM yang ada di Desa kami sebagai warga tidak lagi mendapatkan aliran air bersih dari PDAM mulai dari RT. 10 sampai dengan RT.12 ,Sebut nya.
Midoladi menjelaskan, Saya mewakili warga dan juga sebagai Tokoh Masyarakat untuk menyampaikan melalui media ini, akibat dari macet nya aliran air dari PDAM yang ada di Desa ini, kami sebagai warga dengan terpaksa mengambil air untuk minum melalui Sungai Barito Mati yang di Kampung kami ini dan pengambilan nya.
Terpaksa secara manual atau di sebut saja cara pengambilan air pakai ember atau memasang mesin Hitachi masing-masing di setiap rumah bagi warga yang mampu untuk membelikan mesin hitachi nya, Ucapnya.
Mengenai hal tersebut diatas ,media menanyakan melalui Midoladi, untuk mengatasi keluhan warga, Aparat Desa adakah.?. Untuk mengambil langkah atau kebijakan-kebijakan dari Aparat Desa untuk mengansifasi kesulitan soal air, Dia menyebutkan sampai saat ini belum ada gerakan atau kebijakan Pemerintah Desa, Jelasnya
Dia menambahkan dengan nada sedikit berharap semoga keluhan warga saat ini sulit untuk mendapatkan air bersih yang standar dan steril yang layak air nya dapat di minum oleh warga Desa Penda Asem saat ini dapat di dengarkan oleh Pemerintah Daerah,Lanjutnya.
Wartawan media purna polri, meminta keterangan soal keluhan warga yang tanpa mendapatkan aliran air melalui KURNIAJAYA selaku Kepala UPTD PDAM Desa Penda Asem,Dia menerangkan memang betul apa yang di sampaikan oleh warga itu,Sebut nya.
Kami selaku pengelola Unit Pelaksana Tekhnis Dinas (UPTD) PDAM yang ada di Desa tidak mampu menyuplai atau mengalirkan air secara menyeluruh kepada warga, soal nya Bak air tempat penampungan air yang ada di UPTD ini tidak mampu untuk menampung air secara normal sebagaimana yang di harapkan oleh warga,Sebutnya.
Tambahnya mesin yang ada di UPTD masih menggunakan mesin Ginset mana mampu daya penyuplaian kepada warga soal nya mesin saja pihak kami masih menggunakan mesin ginset bukan dari mesin PLN,itu lah kendala nya, Jelasnya.
Di tambah lagi tempat bak penampungan air yang ada di UPTD ini cuman ada tujuh unit,itupun bak penampungan nya berupa tong dan semesti nya dan selayak nya untuk di ganti, soalnya sudah lama sekali, Sebut nya.
Kami sudah beberapa kali mengajukan ke pihak PDAM induk yang ada di Kota Buntok, tapi belum juga mendapatkan respon dari pihak PDAM induk, Pungkas nya. (Tif)



